Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Terkuak Sebab Pesawat SJ 182 Hancur Berkeping-keping, Bukan di Udara?KNKT: Tak Ada yang Mencurigakan
Kini penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terus diselidiki. Termasuk bagaimana dan penyebab pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hancur.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
Artinya, tidak ada indikasi kehancuran akibat ledakan di udara.
"Serpihan-serpihan yang ditemukan itu masih tidak ada indikasi-indikasi sesuatu yang tidak normal, semuanya masih normal saja. Tidak ada hal yang mencurigakan, tidak ada kerusakan, ya memang hancur, tapi hancurnya natural karena benturan ke air," ujar Soerjanto.
Baca juga: Okky Bisma Pramugara Sriwijaya Air Baru Nikah 1 Tahun, Sikap Semasa Hidup Dikenang Istri: Nggak Malu
Meskipun begitu, KNKT baru bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 setelah menemukan black box (kotak hitam).
Kotak hitam merupakan salah satu alat yang paling penting di dalam badan pesawat.
Benda ini biasa dicari oleh tim pencari jika dilaporkan ada pesawat yang hilang kontak.
Tidak seperti namanya, kotak hitam berwarna oranye.
Perangkat yang tidak bisa dihancurkan ini merekam semua data penerbangan.
74 Kantong Jenazah serta 40 Kantong Puing dan Potongan Pesawat Sriwijaya Air Sudah Dievakuasi
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas) sudah mengevakuasi 74 kantong jenazah terkait musibah pesawat Sriwijaya Air SJ 182 setelah tiga hari pencarian.
Hingga Senin (11/1/2021) pukul 22.05 WIB, Basarnas mendapatkan tambahan 29 kantong jenazah yang diduga bagian tubuh penumpang pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.
Hal ini disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito di JICT II Tanjung Priok, Jakarta, Senin malam.
"Yang berarti kita sudah menemukan total sebanyak 74 kantong jenazah," ujar Bagus.
Baca juga: Kasus Lain Pesawat Sriwijaya Air Sehari Sebelum Tragedi SJ182, 4 Kali Mutar, Tragedi Lainnya Selamat
Di samping itu, Basarnas juga telah menemukan tambahan barang bukti berupa 16 kantong puing kecil dan potongan besar pesawat sebanyak 24 kantong.
Bagus menjelaskan, semua bagian tubuh korban yang sudah ditemukan sudah diserahkan ke Tim Disaster Victim Investigation (DVI) RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sementara untuk material pesawat diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).