Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman dan Halal, MUI Jatim: Vaksin Adalah Wasilah Niatkan Sebagai Ibadah

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Mutawakkil Alallah menegaskan, vaksin Covid-19 telah dinyatakan aman

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TribunnewsWiki.com
Ilustrasi suntik vaksin Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah menegaskan, vaksin Covid-19 telah dinyatakan aman.

Hal itu dipastikan melalui adanya surat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. 

Dan, telah dinyatakan halal berdasarkan fatwa yang telah ditetapkan oleh pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) RI.

Baca juga: Whisnu Sakti Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 di Surabaya

"Dan tadi dari IDI juga sudah menjelaskan edukasi atau kemanjuran dari vaksin ini," katanya saat mengikuti vaksinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/1/2021).

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat meyakini, bahwa tidak ada pemerintahan di suatu negara yang ingin menyengsarakan rakyat. Apalagi menyangkut kepentingan di bidang kesehatan orang banyak, seperti vaksin.

"Apalagi pemerintah Republik Indonesia dari rakyat yang mayoritas umat islam, tidak akan mempertaruhkan nyawa dan keselamatan rakyatnya," tuturnya.

Ia berharap kepada masyarakat Jatim, untuk memaknai pelaksanaan vaksinasi yang akan berlangsung beberapa waktu ke depan, sebagai bentuk ibadah.

Tak dipungkiri, bahwa vaksin tersebut tidak akan 100% mampu mengentaskan pandemi Covid-19

Pasalnya, adanya vaksin dan penyakit Covid-19, bagi Mutawakillah, termasuk dalam wilayah sabab-musabab atau sebab dan akibat. 

Artinya, segala proses kesembuhan suatu penyakit, merupakan perkenanan Tuhan Yang Maha Esa (YME).

"Jadi ketika kita berobat niatlah dengan ibadah seraya memohon kesembuhan kepada Tuhan keselamatan kepada Tuhan," terangnya.

Hal ini bukan mengada-ada, ungkap Mutawakillah, karena juga pernah dianjurkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW yaitu dalam sebuah hadis.

Artinya, bahwa Allah menurunkan penyakit, tapi juga disertai dengan penawarnya. Dan Allah menjadikan bagi setiap penyakit adalah obatnya. maka berobatlah. 

"Dan jangan berobat dengan satu yang haram. Ketika obat mengenai, dan obat itu adalah obat yang menyembuhkan, maka orang yang sakit bisa sembuh dengan izin Allah," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved