Breaking News:

24 Tahun Berdiri, TSP Berhasil Breeding Dolphin Untuk Pertama Kalinya

Taman Safari Prigen (TSP) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur  kembali sukses melakukan breeding atau pengembangbiakan satwa di tengah pandemi Covid-19

(Surya/Galih Lintartika)
TSP Pasuruan sukses breeding satwa lumba - lumba hidung botol (Tursiops aduncus) 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Taman Safari Prigen (TSP) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur  kembali sukses melakukan breeding atau pengembangbiakan satwa di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kali ini, TSP sukses breeding satwa lumba - lumba hidung botol (Tursiops aduncus). Bayi Lumba-Lumba Hidung Botol atau dolphin ini lalu diberi nama langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Menteri memberi nama bayi lumba - lumba ini, ‘Uchuy’. Nama Uchuy dipilih karena dapat mewakili sifat si bayi dolphin yang memang enerjik dan lincah.

“Uchuy berjenis kelamin betina. Uchuy lahir dari indukan Nia dan pejantan Suarez. Indukan Nia sendiri mengandung bayinya selama 12 bulan 5 hari," kata Dokter Hewan Taman Safari Prigen, drh Nanang Tedjo Laksono.

Dia menjelaskan, proses persalinannya pun normal dengan memakan waktu sekitar satu jam dibantu tim dokter bersama keeper (perawat satwa).

Baca juga: 7 Weton Diprediksi Bakal Mujur dan Banjir Rezeki di Tahun 2021, Adakah Milkmu? Simak!

Baca juga: Tiap Ketemu Ingat Salat Pesan Syekh Ali Jaber pada Anak Sulung, Minta 1 Hal: InsyaAllah Secepatnya

Baca juga: Mendadak Minta Talak, Eva Belisima Menyesal Jadi Istri Kedua Kiwil, Mohon Ampun ke Rohimah: Mundur

"Selama ini kami selalu berusaha merawat dengan baik hingga proses perkawinan terjadi secara alami," tambah dia kepada TribunJatim.com.

Menurut dia, bayi ini lahir dengan berat 14,5 kg dengan panjang 83 cm. Kelahiran bayi dolphin di TSP ini sangat istimewa, karena ini pertama kali selama 24 tahun TSP berdiri.

"Uchuy tak hanya menjadi kebanggaan Taman Safari Prigen, tapi juga kebanggaan bagi masyarakat Indonesia,” ungkap dia kepada TribunJatim.com.

Berdasarkan catatan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), Lumba-Lumba Hidung Botol masuk ke dalam kategori Appendiks II.

"Statusnya memang belum terancam tapi akan berpotensi terancam jika diekploitasi secara berlebihan. Makanya, kami sebagai lembaga konservasi satwa akan terus berusaha menjaga populasinya," papar dia.

Saat ini, kondisi Uchuy dalam keadaan sehat dan dirawat oleh induknya. Ia terpantau rutin menyusu ke induknya dan beraktivitas secara normal.

"Tim keeper dan medis juga memberikan perawatan ekstra kepada indukan Nia pasca melahirkan. Perawatan tersebut berupa pemberian pakan terbaik serta suplemen penambah volume ASI yaitu moloco," ungkapnya.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya juga sedang melakukan evaluasi kesehatan Uchuy secara keseluruhan setiap bulan.

“Semoga dengan kabar gembira ini, akan menjadi penyemangat bagi segala lapisan masyarakat untuk bisa bangkit menghadapi tahun 2021 yang lebih cerah," jelas dia.

Sebagai Lembaga Konservasi yang memfokuskan diri dalam konservasi satwa, kelahiran bayi dolphin ini akan menjadi penyemangat untuk terus melanjutkan kegiatan breeding dari berbagai jenis satwa yang terancam punah.

“Uchuy adalah salah satu bukti komitmen seluruh unit Taman Safari Indonesia (TSI) Group dalam menjalankan fungsi konservasi satwa. Breeding, cara yang ampuh untuk mencegah kepunahan," tutup dia. (lih/TribunJatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved