Gempa Sulawesi Barat
Gempa Majene Disebut BMKG 'Pengulangan', Lihat Catatan Sejarahnya, Pernah Diterjang Tsunami 2 Kali
Sejarah mencatat wilayah Sulawesi Barat atau dikenal dengan Mamuju Thrust sering kali dilanda gempa dan tsunami.
TRIBUNJATIM.COM - Sejarah mencatat wilayah Sulawesi Barat atau dikenal dengan Mamuju Thrust sering kali dilanda gempa dan tsunami.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam catatannya menyebut, gempa yang disusul tsunami pernah terjadi pada tahun 1967 dan 1969.
Bahkan pusat gempa kemarin dengan magnitudo 5,9 SR dan pagi tadi 6,2 SR nyaris berdekatan dengan gempa dan tsunami yang terjadi pada 1967 dan tahun 1969.
Baca juga: VIRAL VIDEO Ratapan Ayah Korban Gempa Majene, Anakku di Dalam, Pilu Dekat Reruntuhan: Innalillahi
"Apa yang terjadi di Majene sekarang adalah pengulangan yang sama. Pada tanggal 23 Februari 1969 gempa dengan kekuatan 6,9 SR dan kedalaman 13 km pernah terjadi di sana," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono saat jumpa pers webinar, Jumat (15/1/2021).
Daryono mengatakan, gempa bumi 1969 tersebut menimbulkan gelombang tsunami dan puluhan orang tewas.
"Muncul tsunami 4 meter waktu itu di Pellatoang dan Pasarangan. Lalu tsunami 1,5 meter di Paili," katanya.
Sementara pada tahun 1967 tepatnya 11 April juga terjadi gempa bumi 6,3 SR di Polewali Mandar.
Gempa juga mengakibatkan gelombang tsunami dan sebanyak 13 orang meninggal dunia.
BMKG juga mencatat pada 8 Januari 1984 juga terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat dengan kekuatan 6,7 SR namun tidak memunculkan gelombang tsunami.
Baca juga: Isakan Anak Kecil di Reruntuhan Rumah akibat Gempa Majene, Boneka di Sampingnya: Masih Bernapas Dek?

Prediksi BMKG, Masih Akan Ada Gempa Susulan di Majene dan Mamuju
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) mempreduksi masih akan ada gempa bumi susulan di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.
Gempa susulan tersebut bisa lebih besar dari sebelumnya dan berpotensi tsunami.
"Masih ada potensi gempa susulan yang masih kuat, bisa mencapai kekuatan gempa tadi pagi 6,2 SR atau bisa sedikit lebih tinggi," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers webinar, Jumat (15/1/2021).
"Karena kondisi batuan diguncang 28 kali sudah rapuh memungkinkan untuk terjadinya longsor di bawah laut dapat pula berpotensi tsunami jika ada gempa susulan berikutnya kalau pusat gempa di pantai atau pinggir laut," sambung Dwikorita.
Sementara itu Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan sejak Kamis hingga Jumat ada 28 kali gempa susulan.
Baca juga: Ada Gempa! Jerit Lantang Warga Lari Keluar Rumah, Gempa Majene Hancurkan Kantor Gubernur: 7 Detik