Kompetisi Mati Suri, Pemain Arema FC dan Persebaya Surabaya Jadi Satu Tim di Fun Game
Di tengah mati surinya kompetisi di tengah pandemi Covid-19, pemain Arema FC dan Persebaya Surabaya jadi satu tim di fun game.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hampir satu tahun kompetisi di Indonesia berhenti karena pandemi Covid-19 (virus Corona).
Kompetisi tak kunjung dapat izin dari kepolisian untuk digelar di tengah pandemi Covid-19.
Hal ini membuat para pemain dan pelatih sepak bola didera rasa rindu suasana bermain di lapangan hijau.
Akibatnya, banyak pemain-pemain yang akhirnya memutuskan ikut tarkam dan juga event-event yang levelnya di bawah liga.
Bahkan tak jarang para pemain memilih menghadiri undangan fun game.
Selain untuk hiburan dan menjaga kondisi, tak dipungkiri undangan-undangan untuk ikut fun game bisa menambah pemasukan mereka.
Apalagi seperti diketahui, sejak kompetisi vakum pada Maret 2020 lalu, gaji pemain dipangkas sebesar 75 persen.
Baca juga: Tim Arema FC Akan Lakukan Tes Swab Covid-19 Terlebih Dulu Sebelum Gelar Latihan Kembali
Yang menarik dan menyita perhatian, dari banyaknya aktivitas pemain Arema FC dalam masa jeda kompetisi saat ini, Hendro Siswanto dkk terlihat mengikuti fun game bersama dengan beberapa pemain Persebaya Surabaya, beberapa bulan belakangan ini.
Seperti diketahui, Arema FC dan Persebaya Surabaya sejak lama terkenal tak harmonis, bahkan tiap kedua tim ini bertemu, kepolisian selalu mengerahkan pengamanan ketat.
Namun tampaknya itu hanya di dalam lapangan, di luar lapangan para pemain tetaplah teman.
Memang tak banyak yang tahu tentang fun game yang diikuti pesepak bola Jawa Timur ini. Karena memang waktu dan lokasinya yang dirahasiakan.
Baca juga: Persebaya Merespons Ajakan Sriwijaya FC Uji Coba Stadion, Sebut Belum Dapat Pemberitahuan Resmi
Dikhawatirkan akan mengundang massa yang datang.
Fun game yang lokasinya berganti-ganti tempat ini mayoritas diikuti pemain asal Arema FC dan Persebaya Surabaya, di antaranya kapten Singo Edan, Hendro Siswanto, kemudian Ahmad Johan Farizi, Hanif Sjahbandi, Nurdiansyah, Andreas Francisco, Feby Eka Putra, dan Dave Mustaine.
Sedangkan dari klub Persebaya Surabaya ada pemain senior Bajul Ijo, Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, Angga Saputra, dan juga Hansamu Yama.
Tak hanya pemain dari dua klub raksasa di Jawa Timur, ada juga mantan pemain Arema, di antaranya Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Benny Wahyudi, Ahmad Nurhadianto dan banyak pemain lain dari Jawa Timur.
Baca juga: Harapan Kapten Persela Lamongan Jelang Rapat PT LIB dengan Perwakilan Klub Soal Nasib Kompetisi
Mantan pemain Arema, Arif Suyono mengatakan, keikutsertaan para pemain asal Jawa Timur ini tak lain untuk menjaga feelingball, kondisi dan juga silaturahmi. Sehingga bermain bersama, namun tetap protokol kesehatan, penting digelar.
"Yang utama mental tanding harus tetap terjaga. Kalau masalah bonus di lapangan itu sering. Biar pertandingan ada gregetnya. Tapi bukan nominal tujuan utama kami," kata Arif Suyono, Jumat (15/1/2021).
Perlu diketahui, ada sosok penggila sepak bola di balik berkumpulnya para pemain profesional dari Jawa Timur ini. Ia adalah Muhammad Yusuf Andre, mantan manajer Persem (Persatuan Sepak Bola Mojokerto).
Baca juga: Madura United Tetap Kukuh Usulkan Kompetisi 2020 Dihentikan pada Rapat Antaklub dengan PT LIB
Yusuf rela mengeluarkan uang puluhan juta tiap minggunya untuk mengundang para pemain Liga 1 dan Liga 2 itu.
Terkait alasan menggelar fun game dan mengundang para pemain profesional dari klub Arema dan Persebaya itu, Yusuf mengaku ini wujud kepeduliannya pada para pemain sepak bola di tengah kondisi sepak bola yang vakum.
"Ini bentuk kepedulian saya kepada mereka saat kompetisi terhenti. Saya ajak main bola bareng. Kadang di Mojokerto, Surabaya, Malang dan tempat lainnya. Kami usahakan setiap minggu main agar tidak berhenti latihan di masa seperti ini sekaligus jaga imunitas. Tapi sekarang ada PPKM di Jawa-Bali, jadi masih dipertimbangkan seperti apa kami main ke depan. Cari lawannya juga susah. Kalau masih boleh main bola ya jalan. Kalau dilarang ya berhenti dulu, nanti lanjut lagi," ujar Yusuf Andre.
Lebih lanjut pria yang juga sebagai pengusaha itu menuturkan, para pemain terkadang dipertandingkan, tapi kadang juga dijadikan satu tim untuk melawan tim lain.
Sebelumnya, fun game sudah digelar sebanyak dua kali. Pada Minggu (3/1/2021) lalu mereka dibagi dua tim untuk saling berhadapan di Stadion Brantas, Kota Batu.
Sedangkan pada Minggu (10/1/2021) lalu, mereka bertanding dengan tim Persik Kediri di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto.
Editor: Dwi Prastika