Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
MIRIS Rumah Kontrakan Korban Sriwijaya Air Dibobol Maling, Jebol Plafon, Sepeda Anak-Tabung Gas Raib
Rumah itu baru diketahui dibobol maling setelah ART korban melihat pintu belakang dalam kondisi terbuka, Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 16.30.
TRIBUNJATIM.COM - Cerita miris datang dari rumah kontrakan korban Sriwijaya Air dibobol maling.
Maling diduga menjebol plafon.
Barang yang hilang sepeda anak hingga tabung gas.
Rumah di Perumahan Taman Lopang Indah Blok FU 2 No 27, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, dibobol maling.
Rumah itu dikontrak Arneta Fauziah, satu di antara korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Opung, seorang tetangga, mengaku tidak tahu kapan maling beraksi.
Rumah itu baru diketahui dibobol maling setelah asisten rumah tangga korban melihat pintu belakang dalam kondisi terbuka, Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 16.30.
Dia kemudian memberitahukan hal itu kepada Opung.
"Saya langsung memberitahukan kepada ketua RT, dan bersama warga kemudian mengecek ke dalam," ujar pria berusia 66 tahun ini kepada TribunBanten.com ( grup TribunJatim.com ), Minggu (17/1/2021).
Baca juga: 24 Korban Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Diidentifikasi hingga Hari Ini, 38 Masih Dalam Pencarian
Baca juga: Sosok Ayah Diego Mamahit Co-Pilot Sriwijaya Air yang Jatuh, Kenang Putranya: Anak Penurut dan Cerdas

Diduga maling masuk ke rumah korban dari bagian belakang yang menghadap ke Kali Ci Banten.
Maling naik ke atas sebagai tempat toren lewat belakang rumah.
Maling lalu menggeser empat genteng dan menjebol plafon yang tembus di satu kamar.
"Kalau keluar, malingnya lewat pintu belakang karena memang pintunya hanya dikunci slot, jadi mudah dibuka," kata Opung.
Dedi Kuswara (44), tetangga lainnya, mengatakan belum ada polisi yang datang meskipun sudah ada dari pemilik kontrakan yang melapor.
"Di sini kan beliau ngontrak. Pemilik rumah ini sudah melapor polisi," ucapnya.