Breaking News:

Ijen Geopark dan Megalitikum Direncanakan Akan Masuk Muatan Lokal di Sekolah Bondowoso

Ijen Geopark dan Megalitikum direncanakan akan dimasukkan sebagai muatan lokal di sekolah Bondowoso, Jawa Timur.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS
Ilustrasi sekolah 

Reporter: Danendra Kusuma| Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso punya terobosan anyar.

Ijen Geopark dan Megalitikum akan masuk dalam materi muatan lokal (mulok) di sekolah.

Ketua Pelaksana Harian Ijen Geopark Bondowoso, Arif Setyo Raharjo mengatakan, pihaknya telah membicarakan rencana Ijen Geopark dan Megalitikum masuk mulok sejak tahun 2020.

Tak hanya itu, Tim Ahli Ijen Geopark dan Dindikbud juga tengah menyusun materi yang ada dalam mulok tersebut.

"Program di bidang pendidikan masyarakat, rencananya Ijen Geopark dan Megalitikum masuk dalam materi muatan lokal di sekolah," katanya, Selasa (19/1/2021).

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya menunggu penetapan program materi mulok itu.

Baca juga: Kepala Desa di Bondowoso Mengadu ke Dewan Minta Kejelasan Jadwal Pelaksanaan Pilkades Serentak

Baca juga: Cek Dampak Erupsi Gunung Semeru Lumajang, Mensos Tri Rismaharini: Kebutuhan Makanan Harus Siap

"Pengajuan akan dilakukan secepatnya. Nanti yang menetapkan adalah Bupati Bondowoso (Salwa Arifin). Kami berharap agar segera ada penetapan," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengatakan, untuk sementara dirinya belum bisa menjelaskan detail materi mulok Ijen Geopark dan Megalitikum di sekolah.

"Karena program Ijen Geopark dan Megalitikum masuk mulok di sekolah masih dalam pembahasan," pungkasnya.

Baca juga: Gedung Lama Rampung Direnovasi, Dinas Sosial Bondowoso Akan Terapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Baca juga: Modal Paket Internet, Karyawan di Ponorogo Tega Setubuhi Anak Bos, Sang Ibu Curiga Tak Keluar Kamar

Sekadar informasi, ada tiga situs di Bondowoso yang diajukan ke UNESCO Global Geopark, yakni situs geologi, biologi, dan culture (budaya).

Situs geologi jumlahnya ada sembilan, terdiri dari Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Komplek Mata Air Panas Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Aliran Lava Blalangan, Dinding Kaldera Ijen Megasari dan Taman Batu So'on Solor.

Situs Biologi terdiri dari Hutan Pelangi dan Kopi Bondowoso.

Baca juga: Operasional Ditutup Selama PPKM, Madiun Umbul Square Buka Donasi Demi Hidupi 168 Satwa

Baca juga: Tak Kantongi Izin Satgas Covid-19 dan Melanggar PPKM, Resepsi Pernikahan di Nganjuk Dihentikan

Sedangkan situs budaya, yakni Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Gua Bhuta Cermee, Situs Megalitik Maskuning Kulon, Singo Ulung dan Tari Petik Kopi.

Tim dari UNESCO diperkirakan akan datang ke Bondowoso antara April-Juni, untuk melakukan assessment atau penilaian.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved