Bencana Longsor Putus Akses Penghubung Dua Dusun di Lumajang Jatim
Bencana tanah longsor merusak tebing sungai terjadi di Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Tony Hermawan | Editor : Yoni iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Bencana tanah longsor merusak tebing sungai terjadi di Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Akibatnya kejadian itu, akses jalan penghubung dua Dusun yakni Dusun Kebonan dan Dusun Mujur 2 terputus total.
Menurut Salim warga setempat mengatakan, kejadian itu terjadi sejak dua pekan yang lalu. Peristiwa itu bermula saat kawasan tersebut diguyur hujan deras beberapa jam kemudian, menyebabkan tanah longsor.
"Jadi karena hujan akhirnya kan banjir terus airnya menggerus tebing dan akhirnya longsor," ujar Salim kepada TribunJatim.com, Rabu (20/1/2021).
Salim menjelaskan, peristiwa longsor ini bukanlah yang pertama kali. Sekitar 3 tahun lalu, longsor terjadi dan membuat 3 rumah yang berdekatan dengan tebing sungai rusak.
Baca juga: Cara Mudah Transfer Pulsa Telkomsel di MyTelkomsel atau via UMB *858#, Ini Syarat dan Ketentuannya
Baca juga: DPD PAN Lamongan Bantu Korban Banjir di Enam Kecamatan
Baca juga: Hubungan Asli Deva Istri Kedua Syekh Ali Jaber & Umi Nadia, Momen Suami Wafat, Yusuf Mansur: Kumpul
"Sudah pernah dulu tapi besar longsor yang kedua ini," katanya kepada TribunJatim.com.
Namun saat itu, kata Salim, tak ada penanganan dari pemerintah setempat. Kala itu, hanya warga yang bergotong-royong secara mandiri memperbaiki rumah-rumah yang rusak.
Sementara terkait rusaknya akses jalan desa yang menghubungkan Dusun Kebonan dan Dusun Mujur 2, kini ia meminta segera diperbaiki. Karena jalan tersebut merupakan jalan akses utama warga Desa Lempeni.
"Ya harapannya segera dibetulkan lah. Kalau rusak gini mau lewat kan harus muter," harap Salim.
Sementara itu, menurut Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekontruksi BPBD Lumajang, Joko Sambang mengatakan, untuk mengantisipasi longsor susulan pihaknya bersama DPUTR telah melakukan kerja bakti membuat bronjong di saluran irigasi.
Dalam penanganan awal itu, pihaknya memanfaatkan material dari plengsengan yang rusak untuk pembenahan saluran irigasi sementara.
"Sak-sak itu kami isi dengan material padat itu untuk menanggulangi biar tidak longsor lagi," pungkasnya kepada TribunJatim.com.