Di Masa Pandemi Covid-19, Pria Asal Lumajang Manfaatkan Batok Kelapa untuk Solusi Ekonomi

Djauhari Riyanto warga Jogoyudan, Lumajang memanfaatkan batok buah kelapa disulap menjadi pot bunga.

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Tony Hermawan
Djauhari Riyanto asal Lumajang saat menggarap batok kelapa menjadi produk-produk kerajinan tangan, Rabu (20/1/2021). 

Reporter: Tony Hermawan I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Asalkan mau kreatif untuk mengolahnya, batok buah kelapa juga bisa bernilai ekonomis.

Seperti yang dilakukan oleh Djauhari Riyanto warga Jogoyudan, Lumajang menyulap batok buah kelapa menjadi pot bunga.

Buah hasil kreatifitasnya pun tak bisa dianggap remeh. Produk-produknya tak jarang bisa dikirim hingga luar Jawa. 

"Pernah kirim ke Banten, Sulawesi. Tapi yang sering Malang karena di sana banyak yang jual bunga," kata Djauhari, Rabu (20/1/2021).

Djauhari berkisah, awal mula menggeluti bisnis ini usai mengamati di Lumajang hasil kelapa sangatlah melimpah ruah.

Baca juga: Selama 10 Hari PPKM di Kota Blitar, Satpol PP Tindak 1.176 Pelanggar Prokes

Baca juga: Pantas Trump Tak Muncul di Pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, Ternyata Pilih Pulang ke Rumah

Namun sayangnya, ia sering melihat tumpukan batok kelapa di buang begitu menjadi sampah. Paling banter, batok kelapa hanya dimanfaatkan warga sebagai pengganti kayu bakar.

"Kan ya eman. Tangan saya gatal kalau lihat batok dibuang, akhirnya cari-cari refrensi dan saya beranikan eksperimen," ujarnya.

Di awal terjun menggeluti bidang ini, ia pun langsung menggandeng masyarakat untuk dijadikan mitra bisnisnya. Warga Ranuyoso lah yang menjadi targetnya karena memang kawasan itu menjadi sentral penghasil buah kelapa.

Memang pria berumur 39 tahun ini sudah piawai kalau untuk urusan menggandeng masyarakat. Sebab sudah belasan tahun, ia menjadi seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

"Jadi warga sana yang sudah kenal, saya ajak buat masok batok kelapa. Terus saya marketingnya. Istilahnya saya yang finishing batok mau jadi apa nanti," terangnya.

Djauhari sendiri menggeluti bisnis ini bisa dibilang baru seumur jagung. Ia memulai pada Maret 2020 lalu. Meski bisnis ini didirikan saat pandemi Corona, tapi pasarnya tak bisa dianggap sepeleh. Katanya, ia sempat kewalahan melayani permintaan.

"Juli-Oktober itu orderan meningkat. Gara-garanya tren bunga lagi naik daun. Mungkin dalam sebulan saya sampai bisa kirim 2000 unit batok kelapa ke penjual-penjual bunga," katanya.

Baca juga: Hubungan Asli Deva Istri Kedua Syekh Ali Jaber & Umi Nadia, Momen Suami Wafat, Yusuf Mansur: Kumpul

Baca juga: Donald Trump Ogah Beri Sambutan pada Joe Biden Presiden Baru AS, Malah Tinggalkan Surat, Apa Isinya?

Sayangnya, kata Djauhari, mendekati akhir tahun 2020 hingga awal tahun ini ramainya orderan mulai berangsur menurun. Peminat pecinta bunga menurutnya tak segembor-gembor ketika awal mula Covid-19 merebak.

Ia pun akhirnya mencari akal untuk berinovasi agar produk olahan batok kelapa tetap digandrungi. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved