Berita Viral
TEGA Dokter & Bidan Masukkan Bayi Prematur ke Freezer Hidup-hidup, 'Tuhan Ampuni Kami', Lihat Ending
Dua dokter senior dan seorang bidan dipenjara setelah mereka memasukkan bayi yang baru lahir ke freezer hidup-hidup.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Tega dokter dan bidan masukkan bayi baru lahir ke freezer hidup-hidup.
Ucapan si dokter setelah melakukan aksi kejam itu terekspos.
Nasib para pelaku pun kini miris.
Baca juga: Lagi Main Bola di Pantai, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Manusia, Korban SJ182? Polisi: Sisa Rambut
Dilansir TribunJatim.com dari Kompas.com, peristiwa tragis ini terjadi Kazakhstan.
Dua dokter senior dan seorang bidan dipenjara setelah mereka memasukkan bayi yang baru lahir ke freezer hidup-hidup.
Bayi prematur itu dinyatakan mati, meski diketahul masih bergerak, saat dimasukkan ke lemari pendingin mayat.
Baca juga: Ratusan Kilogram Sampah Masker Masuk ke TPA Segawe Tulungagung Selama Pandemi
Pengadilan di Kazakhstan mencatat, si dokter enggan berusaha menyelamatkan bayi itu meski sempat melihat kakinya bergerak.
Sebab seperti diberitakan Daily Mirror Rabu (20/1/2021), pusat data rumah sakit sudah menyatakan anak itu meninggal.
Jaksa penuntut negara Askarbek Ermukashev menyatakan, tiga tenaga medis itu didakwa melakukan pembunuhan berencana untuk menutupi kelalaian mereka.
Baca juga: Pemkab Pamekasan Gagas Program Perlindungan Lansia 2021, Lansia Diberi Makan Bergizi Sehari 2 Kali
Menurut bukti yang terpapar, ketiganya bahkan mendiskusikan apakah perlu menenggelamkan si bayi, sebelum memutuskan memasukannya ke freezer.
Pengadilan tidak merinci jenis kelamin anak itu. Namun menurut harian lokal mgorod.kz, korban adalah perempuan.
"Ya Tuhan, ampuni kami," begitulah ucapan salah satu dokter dalam rekaman rahasia saat berdiskusi melalui telepon.
Baca juga: Makna Tanda SOS di Pulau Laki yang Viral, Dekat Lokasi SJ182, Roy Suryo Ungkap Tulisan 6 Hari Lalu
Dokter kepala Kuanysh Nysanbaev dilaporkan memerintahkan agar anak itu segera dimasukkan lemari es khusus jenazah.
Padahal seperti tertuang dalam keterangan pengadilan, Nysanbaev melihat kaki anak itu bergerak yang berarti dia masih hidup.