Berita Viral
TEGA Dokter & Bidan Masukkan Bayi Prematur ke Freezer Hidup-hidup, 'Tuhan Ampuni Kami', Lihat Ending
Dua dokter senior dan seorang bidan dipenjara setelah mereka memasukkan bayi yang baru lahir ke freezer hidup-hidup.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
Tim medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Atyrau mengaku gagal menyelamatkan nyawanya, meski pakar berpendapat sebaliknya.
Atas perbuatannya, Dr Nysanbaev dipenjara 18 tahun.
Baca juga: Viral Truk Kejar-kejaran dengan Mobil Patroli PJR, Begini Tanggapan Kasat PJR Polda Jatim
Koleganya, dokter kandungan Askar Kairzhan mendapat vonis 16 tahun penjara.
Sementara bidan yang bernama Jamilya Kulbatyrova dihukum 15 tahun.
Dia bersalah memasukkan bayi itu atas perintah dua dokter senior.
Dua tenaga medis lain, Ruslan Nurmakhanbetov dan Dariga Dzhumabayeva mendapat hukuman percobaan 3,5 tahun karena tak melaporkan insiden itu.
Pembunuhan itu muncul ke permukaan setelah detektif menyadap ponsel Nysanbaev, yang juga diperiksa atas dugaan penyuapan.
Baca juga: Penangkapan Pasutri Advokat Berlangsung Saling Dorong Viral, Begini Tanggapan Polresta Sidoarjo
Kepala polisi anti-korupsi Shyngys Kabdula menuturkan, tim medis dengan ceroboh mendaftarkan anak itu sudah mati, padahal masih hidup.
"Setelah si bayi menunjukkan tanda kehidupan, mereka malah berusaha untuk membunuhnya daripada mengubah laporan," papar Kabdula.
Wakil Menteri Kesehatan Lyazzat Aktayeva langsung melayangkan permintaan maaf kepada keluarga, terutama ibu si bayi.
Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua
Seorang gadis di Rusia dilaporkan menyimpan bayi yang baru dilahirkannya ke dalam freezer karena takut memberi tahu orangtuanya dia melahirkan.
Remaja berusia 14 tahun, yang kini kondisinya serius, dilaporkan bersalin secara diam-diam sebelum membungkus bayinya dengan plastik dan menyimpannya di lemari pendingin.
Polisi seperti dikutip media setempat menuturkan, baik keluarga maupun gurunya tidak tahu jika ternyata remaja itu hamil.
Si gadis 14 tahun, yang diidentifikasi bernama Anastasia, kemudian mengaku kepada paramedis mengenai perbuatannya memasukkan anaknya ke freezer.