PDI Perjuangan Ngotot Ingin Pemilu Gunakan Proporsional Tertutup

Sekretaris Jenderal Partai PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut partainya akan menggulirkan ide mengubah sistem pemilihan legislatif pada revisi

TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto memimpin rapat koordinasi Internal untuk Pilkada di Jawa Timur, Jumat (23/10/2020). 

Reporter : Bobby Koloway | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekretaris Jenderal Partai PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut partainya akan menggulirkan ide mengubah sistem pemilihan legislatif pada revisi UU Pemilu.

Dari yang awalnya menggunakan sistem proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup.

Untuk diketahui, proporsional terbuka memberikan kebebasan kepada pemilih untuk mencoblos partai atau calon legislatif. Sedangkan sistem proporsional tertutup, pemilih cukup mencoblos partai.

Sedangkan caleg terpilih akan ditentukan partai politik bersangkutan.

"Harus kita re-design. Kami (PDI Perjuangan) sepakat, bahwa untuk pemilihan presiden dan DPD RI bisa dipilih langsung. Namun, tidak untuk DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota," kata Hasto Kristiyanto dalam diskusi daring.

Untuk tiga jenjang tersebut, PDI Perjuangan mengusulkan bahwa caleg terpilih ditentukan oleh partai.

Baca juga: Global Corruption Barometer: Masyarakat Menilai Anggota Legislatif Jadi Lembaga Terkorup

Baca juga: Update Jadwal MotoGP 2021: GP Argentina dan AS Ditunda, Sirkuit Mandalika Masih Jadi Cadangan

Baca juga: Jadwal Piala FA - Super Big Match Manchester United Vs Liverpool

"Sehingga, partai mencalonkan (legislatif) berdasarkan ideologisnya," kata Hasto kepada TribunJatim.com.

Hasto menerangkan, partainya memiliki kader-kader hebat yang karena menggunakan sistem proporsional terbuka, justru tidak terpilih. "Beberapa sosok penting justru tidak terpilih," katanya.

Dengan pencoblosan terbuka, justru menimbulkan politik dengan biaya mahal. Sebab, tiap caleg berlomba dengan sumber dayanya meraih simpati masyarakat.

Tak mengherankan, apabila dominasi pengusaha mewarnai wajah demokrasi saat ini.

"Kami punya orang hebat dalam hal legislasi, namun karena politik liberal, justru tak terpilih," katanya kepada TribunJatim.com.

Padahal, setiap partai telah memiliki mekanisme dalam merekrut kader maupun calon legislatif. Termasuk PDI Perjuangan yang memiliki rekruitmen bersifat terbuka.

Berasal dari organisasi dengan ideologis yang tidak terlarang.

"Sistem proporsional tertutup kami terus dorong untuk memastikan sistem demokrasi kita lebih baik," katanya.

Sekalipun demikian, sistem proporsional tertutup bukan tanpa kendala. Sejumlah pengamat berpendapat, sistem proporsional tertutup justru mempersempit kanal partisipasi publik dalam Pemilu, serta menjauhkan ekses hubungan antara pemilih dan wakil rakyat pascaPemilu.

Akibatnya, membuat komunikasi politik tidak berjalan secara efektif. Tidak hanya itu, krisis calon anggota legislatif juga menjadi sulit dihindari karena sedikitnya yang berminat dan serius maju menjadi Caleg.

Mengingat, figur yang duduk di parlemen nantinya sudah bisa diprediksi sejak jauh-jauh hari. Sebab, keputusannya ditentukan oleh partai.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved