Breaking News:

Diduga Kurang Perawatan, Jembatan Penghubung Atar Desa di Magetan Terancam Ambrol

Jembatan Kepuan di Dusun Subertowo, Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terancam putus.

Surya/ Doni Prasetyo
Warga secara bergantian bertugas jaga mengawasi Jembatan, karena sewaktu waktu bila hujan deras turun dan air sungai meluap, jembatan di Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan ini bisa ambrol sewaktu waktu, karena sebagaian talud sudah longsor, tinggal separo. 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Jembatan Kepuan di Dusun Subertowo, Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terancam putus.

Putuswnya jembatan tersebut diduga  talud/bahu jembatan salah satu sisinya tergerus longsor, tinggal separo, dipastikan bila hujan deras turun dan air sungai meluap, longsor susulan bahu jembatan bisa terjadi.

Seandainya jembatan Kepuan ini putus, ratusan Kepala Keluarga (KK) terancam terisolir, saat ini jembatan itu masih bisa dilalui roda dua, sementara roda empat atau lebih tidak bisa melalui. Satu satunya jalan untuk keluar dari desa itu, hanya kendaraan roda dua.

Hujan deras yang turun beberapa hari ini membuat talud/bahu jembatan longsor. Lonsoran itu mencapai 20 meter, ketinggian 10 meter, dan lebar 10 meter, akhirnya jalan itu tinggal separo atau sekitar tiga meter dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Baca juga: Duka Nathalie Holscher Keguguran, Pendarahan Hebat, Sule Sempat Soroti Kebiasaan Istri: Suka Gitu

Baca juga: Baru Terkuak Ketakutan Rizky Febian saat Lina Minta Izin Nikahi Teddy, Restu Terpaksa, Durhaka

Baca juga: Mayat di Pinggir Jalan Desa Bundah Ternyata Seorang Janda, Ditemukan Sang Ayah: Mata Diikat Kain

Dikatakan Kastowo plt sekretarus Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, menyebutkan, kejadian longsor terjadi tengah malam sekitar pukul 12 malam.

"Jembatan Kepuan ini umurnya baru 36 tahun. Mungkin saking kerasnya air sungai yang menerjang jembatan, sehingga bahu jembatan ambrol," kata Kastowo kepada Surya.

Sesuai, rancang bangun jembatan, banguan jembatan dibuat tahan, minimal 50 tahun, mungkin karena kurang perawatan atau kulitas saat pembangunan proyek sangat rendah. Usia bangunan jembatan relatif pendek.

Dikatakan Kastowo, selain diterjang hujan deras, air sungai yang meluap menjadikan talud atau bahu jembatan tergerus dan longsor.

"Kalau sampai jembatan Kepuan putus, warga yang terisolir ada ratusan KK. Selain kesulitan angkutan, karena hanya roda dua yang bisa," katanya.

Perangkat dan warga setempat hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk bisa memperbaiki bangunan jembatan Kepuan ini.

"Kita hanya bisa berharap dari pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan ini, agar tidak mengganggu aktivitas serta membahayakan pengguna jembatan saat melintas di Jembatan Kepuan ini," katanya kepada TribunJatim.com. .

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Magetan, Didiek Budiman, yang dikonfirmasi lewat ponselnya tidak merespon, begitu juga saat dikirimi whatsapp (WA), tidak dibalas.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved