Breaking News:

Pedagang Pasar Legi Ponorogo Keluhkan Pembagian Kios di Lantai Dasar, Kembalikan Semula

Sejumlah pedagang Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur mengeluhkan pembagian kios di Pasar Legi baru yang dinilai tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Pedagang Lantai Dasar Kios Pasar Legi Ponorogo Meminta Pembagian Kios Seperti Sebelum Kebakaran 

Reporter : Sofyan Arif Candra | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sejumlah pedagang Pasar Legi  Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengeluhkan pembagian kios di Pasar Legi baru yang dinilai tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Ketua forum komunikasi pedagang kios Pasar Legi, Setyo Eko Wahono, menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, jumlah kios di lantai dasar Pasar Legi berjumlah 44 kios.

Namun belakangan diketahui, pada pembangunan Pasar Legi yang saat ini sedang berjalan, jumlah kios di lantai dasar Pasar Legi adalah 33 kios.

"Sebelum kebakaran dan pindah ke relokasi, pihak pemangku memberi jaminan tidak akan mengurangi jumlah kios dan ukuran, tapi setelah proses pembangunan ternyata tinggal 34 unit," kata Eko, Jumat (29/1/2021).

Eko juga menyayangkan karena dari 34 kios tersebut rencananya hanya 25 kios yang akan diberikan ke pedagang lama.

Sedangkan 9 kios lainnya diperuntukkan pihak lain.

Baca juga: Ulah Tak Terpuji Ibu Lecehkan Anak Kandung, Rekam & Kirim Video ke Suami, Pelaku: Butuh Nafkah Batin

Baca juga: Pernikahan Rizky Billar dan Lesty Disebut Tak Lama Lagi, Inul: Bukan Bulan Ini, Digelar di 2 Tempat

Baca juga: Efek Samping Gadis 100 Kali Oplas, Usia 16 Tahun Habiskan Rp 8,7 M, Kini Wajah Dihujat, Lihat Foto

Pedagang, lanjut Eko, meminta 34 kios tersebut diperuntukkan pedagang lama.

"Jika memang tidak sesuai pembagian zona jenis dagangan, pedagang siap mengganti jenis barang dagangannya agar sesuai dengan zona," ucap Eko.

Pembangunan Pasar Legi Ponorogo sendiri ditargetkan akan selesai pada bulan Februari 2021.

Pasar yang dibangun menggunakan APBN sebesar Rp 133 miliar tersebut akan dibagi menjadi beberapa zonasi.

Lantai dasar akan digunakan untuk barang basah mulai dari sayur mayur, hasil pertanian, ikan, hingga daging.

Sedangkan lantai dua akan ditempati pedagang merancang lalu lantai tiga untuk pedagang sembako dan lantai empat untuk kuliner, dan pedagang tekstil.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved