Diserang Tawon Sliring, Seorang Warga Magetan Tewas, 7 Dirawat di RS
Sumirah (70) warga RT1/RW1, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan Magetan, Jawa Timur meninggal setelah disengat tawon jenis Sliring.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sumirah (70) warga RT1/RW1, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan,Kabupaten Magetan, Jawa Timur meninggal setelah disengat Tawon Sliring.
Sedang tujuh orang warga lainnya harus mendapatkan pengobatan intensif, karena serangan Tawon Sliring itu.
Kini tim TRC - BPBD Kabupaten Magetan mencari sarang tawon sliring yang meresahkan warga itu. Tawon jenis Sliring ini biasanya tidak akan menyerang kalau sarangnya tidak merasa diusik.
"Tim TRC - BPBD Kabupaten Magetan berhasil menemukan sarang tawon Sliring itu dan sudah di evakusi dengan disemprot obat pembasmi agar tawon sliring itu tidak menyerang liar ke personil TRC BPBD," kata Ketua RT1/RW1 Desa Sidomukti, Kabupaten Magetan Podo Prasetyo kepada Surya, Sabtu (30/1).
Dikatakan Podo Prasetyo, warga sebenarnya sudah beberapa hari dibuat resah dengan serangan tawon Sliring ini.
"Baru ramai kasus sengatan tawon Sliring ini setelah delapan warga disini tersengat dan seorang meninggal dunia dan tujuh lainnya harus dirawat intensif ini," ujar Podo Prasetyo kepada TribunJatim.com.
Menurut Ketua RT1 ini, Sumiran (70) yang meninggal dunia setelah disengat tawon Sliring itu dan berusaha dilarikan ke RSUD Wonogiri, Jawa Tengah.
Baca juga: Banjir Jebol Pintu Gedung Teater IAIN Jember
Baca juga: Ketika Gus Baha Ditemui Habib Sholeh Tanggul Jember, Rombongan Hanya Bisa Berdiam
Baca juga: Ngaku Ganteng Kiwil Sesumbar Diincar Perawan & Mudah Gaet Wanita: Mbah Mijan Kuak Ilmu Wildan
"Ya sejak terjadi 8 korban sengatan, seorang diantaranya meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit di Wonogiri itu. Warga disini tidak hanya resah sudah pada ketakutan," kata Podo Prasetyo kepada TribunJatim.com.
Karena warga resah dan ketakutan, pihak desa berinisiatif mengajukan permohonan bantuannke Tim TRC- BPBD Kabupaten Magetan, untuk mencari sarang dan mengevakuasi sarang tawon Sliring itu.
"Kami tidak ingin ketakutan warga berkepanjangan, akhirnya kami mengundang Tim TRC-BPBD Kabupaten Magetan untuk mengambil sarang tawon Sliring yang menyerang warga disini," tegas Podo Prasetyo.
Totok Wardoyo, personil Tim TRC-BPBD Kabupaten Magetan menyatakan, sarang tawon sliring setelah dilkukan pelacaksn diketahui sarangnya berada di pucuk pohon lamtoro.
"Kami harus melemahkan sarang tawon Sliring beracun itu untuk mengevakusi sarangnya dan dipindahkan ke tempat lain," kata Totok Wardoyo yang mengaku membutuhkan waktu dua jam untuk melumpuhkan tawon Sliring dan mengevakuasi kandang itu dari tempat semula.