Breaking News:

Dokter Hewan di Lumajang ini Bekerja Bagai Alarm, Saat Bantu Persalinan Sapi

Sudah hal biasa bagi pria di Lumajang ini pintu rumahnya diketuk saat tengah malam. Dia sudah paham itu adalah alarm, waktu untuk segera bekerja.

istimewa
Dokter Hewan, Samsudin saat bantu proses persalinan sapi. 

Reporter : Tony H | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Sudah hal biasa bagi pria di Lumajang ini pintu rumahnya diketuk saat tengah malam. Dia sudah paham itu adalah alarm, waktu untuk segera bekerja.

Sebagai dokter hewan, Samsudin harus selalu siap jika sewaktu-waktu ada warga yang meminta bantuannya menolong sapi melahirkan.

Tak jarang ia harus menembus gelap malam, menempuh perjalanan sampai 20 kilometer demi bisa segera membantu persalinan hewan penghasil susu itu.

"24 jam harus siap, sering saya tengah malam dimintai tolong orang bantuin sapinya," kata Samsudin, Sabtu (30/1/2021).

Samsudin mengaku bersyukur bisa menjadi dokter hewan khusus sapi. Sebab selain ia bisa menyelamatkan nyawa hewan berukuran 700-1000 kg itu, ia juga termasuk menyelamatkan ekonomi peternak.

Baca juga: Ahsan/Hendra Dapat Pujian Dari Lawannya di Semifinal BWF World Tour Finals 2020

Baca juga: Sebulan Lebih Warga Desa di Lamongan Jatim ini Dekepung Banjir, Gagal Panen Ikan

Baca juga: Beda Hidup Rumah Tangga Meggy, Dulu Diperlakukan Kiwil Buruk di Ranjang, Kini Bahagia: Miliki Utuh

Seringkali sapi saat melahirkan, kantong rahimnya rentan keluar dari perutnya. Jika itu sudah terjadi, biasanya peternak akan menjual sapinya dengan harga murah karena takut mati begitu saja.

"Padahal itu bisa diselamatkan, cuma kalau orang yang gak tahu ya sudah dijual murah-murah," kepada TribunJatim.com.

27 tahun praktek menangani sapi, banyak cerita lucu yang pernah dia alami. Katanya, tidak semua peternak yang memanggilnya adalah pebisnis. Walhasil ia tak bisa mematok harga jasanya secara pasti. Bahkan, terkadang ia rela tidak dibayar dengan uang.

"Saya lihat-lihat kalau yang punya sapi kelihatan kurang mampu ya gak mungkin saya tarik harga normal, paling ya separohnya. Malah kadang kalau orangnya gak punya uang saya dibayar beras, ayam. Tapi kadang saya tolak, saya ikhlaskan saja," katanya kepada TribunJatim.com.

Halaman
12
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved