Jelang Musda Demokrat Ketua, Pengamat Sebut Banyak Kader Potensial Kandidat Ketua
DPD Partai Demokrat Jawa Timur akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VI pada pertengahan Februari mendatang
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPD Partai Demokrat Jawa Timur akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VI pada pertengahan Februari mendatang.
Rencananya, satu di antara agendanya adalah memilih Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jatim definitif.
"Pelaksanaan Musda Sekitar 12 - 15 Febuari," kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, Sri Subiati di Surabaya, Jumat (29/1/2021).
Musda Demokrat akan menentukan Ketua definitif DPD Demokrat Jatim setelah Demokrat dipimpin Plt Ketua sejak November 2019 lalu. Mulai dari Renville Antonio hingga kemudian dilanjutkan Emil Elestianto Dardak yang menjabat hingga saat ini.
Baca juga: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Bagi Cold Storage ke 5 Kelompok Masyarakat
Jabatan Ketua DPD Demokrat definitif terakhir dijabat Soekarwo yang sebelumnya juga menjabat Gubernur Jatim hingga tahun 2019. Kemudian, Pakde Karwo mundur dari politik karena terpilih menjadi komisaris utama salah satu BUMN hingga kemudian menjadi Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo.
Pengamat komunikasi politik Unair Surabaya, Suko Widodo menilai Partai Demokrat memiliki banyak kader potensial untuk menjadi pemimpin partai. Misalnya, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jatim yang kini juga menjabat Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim.
Kemudian, sejumlah figur legislatif. Mulai dari Bayu Airlangga (Sekretaris DPD Demokrat Jatim/Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim) yang juga menantu Pakde Karwo. Kemudian, Ahmad Iskandar (Wakil Ketua DPRD Jatim), Sri Subiati (Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim), hingga Agus Dono Wibawanto (anggota DPRD Jatim).
Apabila proses pencalonan melibatkan lebih dari satu kandidat, Suko menilai Demokrat bisa menjadi contoh seleksi pemimpin partai yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi.
Berbeda halnya dengan kebanyakan suksesi kepemimpinan parpol yang saat ini hanya mengusung satu calon. "Semakin banyak calon, menunjukkan dinamisnya sebuah organisasi parpol," kata Suko.
"Ini pola yang bagus dalam seleksi pimpinan parpol. Sekalipun, mulai ditinggalkan banyak parpol di Indonesia," kata Suko Widodo.
Ia menyampaikan sejumlah kriteria untuk memimpin Demokrat ke depan. Di antaranya, figur yang visioner untuk mampu beradaptasi dengan pemilih milenial.
"Era politik milenial berbeda dengan era politik masa silam. Sehingga, kepemimpinan saat ini harus memiliki pemikiran jauh ke depan," katanya.
Selain itu, juga memiliki kemampuan relationship (hubungan kedekatan) dengan masyarakat. "Manajemen partai harus lebih modern dengan membuka banyak ruang diskusi," katanya.
Lebih jauh, Suko menilai pemikiran yang milenial tidak selalu berdasarkan figur muda. "Tidak selalu orang muda, orangtua pun bisa juga berorientasi milenial," katanya.