Sepanjang Januari 2021, Jatim Inflasi 0,32 Persen, Cabai Rawit dan Tarif Tol Jadi Penyebab
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan, bahwa disepanjang Januari 2021, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,32 persen
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan, bahwa di sepanjang Januari 2021, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,32 persen.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan dalam kegiatan presscon perkembangan Inflasi yang digelar secara virtual, Senin (1/2/21).
"Jatim mengalami inflasi sebesar 0,32 persen disepanjang bulan Januari 2021 kemarin," ujar Dadang.
Bahkan, dari perhitungan delapan kota IHK di Jawa Timur, semuanya tercacat mengalami inflasi.
Adapun inflasi tertinggi tertinggi di Madiun sebesar 0,60 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sumenep dan
Malang sebesar 0,06 persen.
Baca juga: Dewanti Rumpoko: Masyarakat Kota Batu Harus Tingkatkan Disiplin Prokes untuk Menunjang PPKM
Kata Dadang, dari sebelas kelompok pengeluaran, tercatat sepuluh kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok yang lain mengalami deflasi.
Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,95 persen, sedangkan yang terendah adalah kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen.
"Sementara untuk komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur pada bulan Januari 2021 kemarin adalah cabai rawit, tarif jalan tol, tempe, tahu mentah, melon, mobil, semangka, laptop atau notebook, emas perhiasan dan daging sapi," paparnya.
Dadang menambahkan, dengan terjadinya inflasi di Januari 2021 ini, berarti Jatim tercatat dalam kurun waktu 2 bulan terkahir ini berturut-turut mengalami inflasi.
"Sebelumnya pada akhir tahun 2020, tepatnya Desember 2020, Jatim juga tercatat mengalami inflasi sebesar 0,46 persen," tutup Dadang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dadang-hardiwan.jpg)