Breaking News:

Intensitas Hujan Tinggi, Tebing 10 Meter Longsor Timbun Jalan Pacet-Trawas Mojokerto

Akibat intensitas hujan yang tinggi, tebing setinggi 10 Meter longsor dan timbun jalan Pacet-Trawas Mojokerto.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto membersihkan material tanah longsor yang menutup akses jalan Pacet-Trawas, Selasa (2/2/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tebing setinggi 10 meter di Dusun Kambengan, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, longsor, Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 20.30 WIB.

Akibatnya, material longsor berupa tanah bercampur batu dan pohon tersebut menimbun seluruh jalan dan tidak dapat dilewati kendaraan, sehingga sempat menutup akses jalur Pacet-Trawas.

Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, lokasi kejadian tebing longsor berada di Dusun Kambengan, Desa Cepokolimo yang merupakan daerah rawan bencana alam.

Penyebab tebing longsor diduga karena intensitas hujan tinggi sehingga air menyebabkan daya cengkeraman batu dan tanah pada tebing menjadi lemah dan terjadilah longsor.

"Petugas BPBD membersihkan material longsor berupa batu dan tanah liat yang bercampur pohon," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini, Rabu (3/2/2021).

Pembelajaran Tatap Muka di Mojokerto Dimulai Maret 2021, Ini 10 Syarat yang Harus Dipenuhi Sekolah

Gubernur Jatim Khofifah dan Ning Ita Tinjau Tanggul Sungai Brangkal Mojokerto yang Ambrol

Zaini mengatakan, tebing setinggi 10 meter dan lebar 20 meter itu tiba-tiba longsor ketika hujan deras menguyur Kecamatan Pacet. Sehingga, material longsor menutup jalan Pacet-Trawas.

"Akibat tanah longsor, akses jalan Pacet-Trawas ditutup sementara sampai selagi dilakukan pembersihan," jelasnya.

Dia menambahkan, pembersihan material tanah longsor dilakukan secara manual memakai cangkul dan sekop sembari menunggu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto.

Zaini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Wana Wisata Bernah De Vallei, Destinasi Baru di Mojokerto, Suguhkan Keindahan Alam yang Memukau

Wali Kota Sutiaji: Suara Dentuman Misterius di Malang Kemungkinan Berasal dari Pembangunan JLS

Apalagi di daerah rawan bencana alam di Kabupaten Mojokerto, yang dikhawatirkan berpotensi terjadi longsor susulan, karena pegunungan Welirang diguyur hujan lebat.

"Hujan dikhawatirkan menyebabkan daya cengkeraman batu dan tanah lemah sehingga wilayah di Pacet longsor," ucap Zaini.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved