Banjir Akibat Tanggul Jebol di Jombang Belum Surut, Ketinggian Mencapai 1 Meter
Ratusan rumah penduduk terdampak banjir di Desa Gondangmanis dan Desa Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG- Ratusan rumah penduduk terdampak banjir di Desa Gondangmanis dan Desa Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.
Warga terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Afvour Besuk dan Sungai Afvour Brawijaya yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir.
Pantauan di lapangan, Dusun Prayungan Desa Gondangmanis merupakan kawasan paling parah terdampak banjir tersebut.
Ketinggian banjir di Dusun Prayungan yang berada tidak jauh dari Balai Desa Gondangmanis tersebut bervariasi yaitu lebih dari satu meter di jalan poros desa. Sedangkan, ketinggian air banjir di dalam rumah warga sekitar 60 sentimeter sampai satu meter yang hingga kini belum surut.
Nikmah (28) warga Dusun Prayungan, mengatakan banjir mulai merendam permukiman warga termasuk rumahnya pada Jumat (5/2/2021) siang pukul 12.00 WIB. Ketinggian air banjir justru semakin meningkat pada malam harinya sehingga keluarganya terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat aman.
• Bed Occupancy Rate di Ruang Isolasi dan Observasi Covid 19 RSUD dr Soegiri Lamongan Terisi 35 Persen
"Seluruh keluarga mengungsi ke Balai Desa Gondangmanis untuk sementara kemudian pindah ke rumah saudara di Dusun Gondanglegi yang tidak terkena banjir," terangnya di lokasi banjir," Sabtu (6/2/2021).
Menurut dia, banjir di kampungnya sudah terjadi sejak dulu apalagi ketika musim hujan namun tidak sampai parah seperti ini.
Banjir masih belum surut bahkan sekarang ketinggian air masih mencapai sekitar 1 meter.
"Dulu pernah banjir tapi tahun ini adalah banjir yang paling parah," jelasnya.
Sebagian warga masih beraktivitas di lokasi banjir untuk memastikan kondisi keamanan rumahnya. Mereka juga tampak membersihkan rumahnya dari sampah yang terbawa air banjir.
Seorang warga bernama Nur Hamidah (43) tampak berjalan sempoyongan ketika menerjang air banjir setelah menilik keadaan rumahnya yang masih terendam banjir. Dia hendak mengungsi ke tempat yang aman di Dusun Gondanglegi.
"Ya mau mengungsi tadinya ke Balai Desa namun sekarang ke rumah saudara di Dusun Gondanglegi," ungkapnya.
Hamidah menyebut ketinggian air banjir yang memendam rumahnya lebih dari satu meter. Puncak ketinggian air banjir terjadi dua hari yakni Kamis 4 Februari dan Jumat (5/1) malam sehingga warga dievakuasi menggunakan perahu karet BPBD ke tempat yang lebih aman.
"Baru kali ini banjir terbesar sampai banyak warga yang mengungsi," ujarnya.
Dia mengaku tidak bisa memasak untuk mencukupi kebutuhan makanan keluarganya karena kompor dan peralatan rumah tangga basah terkena air banjir. Saat ini, ia mengandalkan bantuan dari Pemerintah Daerah berupa makanan nasi bungkus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/rumah-terdampak-banjir-di-jombang.jpg)