Breaking News:

Kesira Gerindra Jatim Minta Vaksinasi Berbasis Kecamatan: Jangan Terpusat di Satu RS

Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Jawa Timur meminta distribusi vaksin dilakukan dengan berbasis kecamatan. Dengan begitu, akan sekaligus mempermudah

freepik.com
Ilustrasi vaksin Corona atau Covid-19 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Jawa Timur meminta distribusi vaksin Covid-19 dilakukan dengan berbasis kecamatan. Dengan begitu, akan sekaligus mempermudah akses terhadap target masyarakat yang divaksin.

Ketua Kesira Jatim, dr Benyamin Kristianto mengapresiasi vaksinasi tahap pertama yang memprioritaskan tenaga kesehatan. Sebab, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam menangani Covid-19.

Sekalipun demikian, program vaksinasi ternyata bukan tanpa hambatan. Pria yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim itu mengungkapkan banyak tenaga kesehatan kesulitan mengakses vaksin.

Sebab, program ini tidak berbasis kecamatan atau tempat layanan kesehatan yang terdekat. Melainkan berada di satu RS yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

"Sehingga, perawatnya harus divaksin di tempat jauh. Itu tidak tepat dan tidak efisien," kata dr Beny dikonfirmasi di Surabaya.

Viral Pasutri di Bojonegoro Meninggal Secara Bersamaan, Dimakamkan Satu Liang Lahat

Menurut Ketua sayap Partai Gerindra di Jatim ini, vaksinasi seharusnya tidak harus ke klinik atau rumah sakit lain. "Kalau tenaga kesehatan kerja di Klinik A, maka yang bersangkutan ya divaksin di situ sehingga efektif sekaligus tidak menganggu aktivitasnya," katanya.

Vaksin yang dilakukan di satu rumah sakit tersebut terjadi di Sidoarjo. Rumah sakit tersebut mendapatkan jatah dari Kementerian Kesehatan.

"Langsung di drop banyak. Padahal tidak semua tenaga kesehatan divaksin di situ. Seharusnya vaksin (jatah) hanya diberikan tenaga kesehatan rumah sakit tersebut saja," papar Anggota Fraksi Gerindra dari dapil Jatim 2 (Sidoarjo) ini.

Benyamin khawatir vaksinasi untuk gelombang berikutnya juga menggunakan mekanisme yang sama, seperti halnya di tahap pertama. Apabila demikian, tentu masyarakat akan dibuat kesulitan.

Dampak terburuknya, jumlah target menumpuk di satu rumah sakit sehingga mengakibatkan overload dan tidak ada sosial distancing. "Maka ini harus diantisipasi. Apalagi hal ini gratis," katanya.

Solusinya, dengan menggunakan data berbasis kecamatan. Sehingga, masyarakat bisa divaksin di Puskesmas atau klinik terdekat. "Contoh seseorang yang dekat pukesmas X, maka bisa mengakses di situ saja," paparnya.

Tak hanya soal distribusi vaksin, masalah lain yang juga ditemui adalah masih banyaknya masyarakat yang kawatir divaksin. Sekali pun, pemerintah telah memastikan vaksin sinovac aman sekaligus penting.

"Memang ada sejumlah persyaratan, misalnya: tidak boleh darah tinggi, dan diabetes. Namun apabila terkontrol tidak ada masalah sehingga tidak perlu ditakutkan," tuturnya. (bob) 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved