Breaking News:

Target Gerindra Jatim di Pemilu 2024: 20 Persen Kursi DPRD dan Usung Kader di Pilgub

Pemilihan Gubernur Jawa Timur kemungkinan masih akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang

SURYA/Bobby Koloway
Anwar Sadad. 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemilihan Gubernur Jawa Timur kemungkinan masih akan dilaksanakan 2024 mendatang. Sekalipun demikian, Partai Gerindra mulai mempersiapkan kadernya untuk diusung sebagai Calon Gubernur atau minimal sebagai Wakil Gubernur.

Menurut Plt Ketua Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad, persiapan untuk mengusung kader internal harus dilakukan sejak saat ini. "Kami kira tak ada pilihan lain. Tak ada gunanya berharap dengan orang lain (dari eksternal partai)," kata Sadad ditemui di sela acara Hari Lahir (Harlah) ke-13 Partai Gerindra, Sabtu (6/2/2021) di Surabaya.

Apalagi, setelah berusia lebih dari satu dasawarsa, Gerindra cukup dewasa untuk memimpin sebuah daerah. "Momentum ini harus menjadi momentum untuk memupuk kepercayaan diri," katanya.

"Kami (Gerindra) sudah berusia 13 tahun dan pada pemilihan Gubernur nanti berusia 16 tahun. Kami nilai sudah cukup bagi sebuah partai politik untuk mengusung kader internal sendiri," kata Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Warga Sengsara Banyak Hewan Ternak Mati Terkena Banjir di Bandar Kedungmulyo Jombang

Sekalipun demikian, Sadad tak merinci apakah partainya akan melawan petahana saat ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa-Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak yang baru satu periode menjabat. Menurutnya, Gerindra masih akan melihat dinamika ke depan.

Termasuk soal rencana membangun mitra koalisi. "Semua partai bersahabat," kata Sadad yang juga Anggota DPRD empat periode ini.

Ia hanya memastikan bahwa partainya menargetkan bisa merebut kekuasaan. "Target partai politik itu pada akhirnya merebut kekuasaan. Kekuasaan itu digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," katanya.

Dalam proses merebut kekuasaan, Gerindra menyiapkan pasukan yang ia sebut sebagai pendekar politik. "Bukan politicking, namun pendekar politik yang nantinya akan merebut kekuasaan untuk digunakan menyejahterakan rakyat," katanya.

Seluruh kader berkerja, baik di tataran pengurus elit maupun kader akar rumput. Baik melalui serangan darat maupun sosialisasi kerja dengan memanfaatkan media.

Selaras dengan target tersebut, Gerindra juga akan memastikan kursi DPRD Jatim cukup untuk mengusung calon. Sehingga, pada pemilu 2024 mendatang, Gerindra menargetkan kadernya mendudukki 20 persen dari total kursi DPRD Jatim.

"Sekurang-kurangnya, jumlah kursi minimal (Gerindra) bisa untuk bisa mengusung calon kepala daerah, yakni 24 kursi DPRD Provinsi. Target DPRD Kabupaten/Kota juga demikian, 20 persen dari total kursi," kata Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

Jumlah tersebut lebih banyak dari kursi Gerindra DPRD Jatim saat ini yang baru 15 kursi dan menempati peringkat ketiga perolehan kursi terbanyak. "Target kami masih cukup relevan," kata Sadad.

Gerindra kali terakhir mengikuti pemilihan gubernur pada pilkada 2018 lalu. Gerindra mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Jatim dari luar partai, Saifullah Yusuf/Gus Ipul (non partai) dan Puti Guntur Soekarno (Kader PDI Perjuangan).

Berkoalisi dengan PKB, PDI Perjuangan, dan PKS, pasangan tersebut harus mengakui kemenangan pasangan Khofifah-Emil. Padahal koalisi keempat partai mencapai 58 kursi (mayoritas kursi). (bob) 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved