Breaking News:

Bojonegoro Berdarah, Seorang Pemuda Tewas dan Dua Luka, Bermula dari Geber Gas, Polisi Ungkap Fakta

Keributan antar pemuda terjadi di jalan utama Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungasem, Minggu (7/2/2021), sekitar pukul 01.30 WIB.

TRIBUNJATIM.COM/ M Sudarsono
Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia saat ungkap kasus pengeroyokan Pemuda hingga tewas, Senin (8/2/2021) 

Reporter: M Sudarsono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Keributan antar pemuda terjadi di jalan utama Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungasem, Bojonegoro, Minggu (7/2/2021), sekitar pukul 01.30 WIB.

Akibat kegaduhan tersebut, satu nyawa melayang dan dua lainnya mengalami luka.

Sejumlah pelaku turut diamankan Satreskrim Polres Bojonegoro dibantu Jatanras Polda Jatim.

"Dua pelaku sudah diamankan atas kejadian yang merenggut nyawa dan korban luka," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia saat konferensi pers di Mapolres, Senin (8/2/2021).

Kapolres menjelaskan, tiga korban yaitu M Fahrudin (pelapor/19), Lilih Linggarjati (19) dan M Fauzi Shodikun (19), warga Desa Kedungadem.

Soekarno Sebut Gaya Pacaran Benny Moerdani dengan Pramugari Cantik Tak Normal, Simak Ending Kisahnya

Untuk Fahrudin dan Lilih mengalami luka, sedangkan Fauzi meninggal dunia. Sempat dirawat di Puskesmas Kedungadem, namun saat dirujuk di klinik rawat inap RS Muhammadiyah Sumberejo tiba pukul 04.30 WIB, nyawanya tidak tertolong.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan dua pelaku.

"DK (20) dan MNH (32) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem telah ditangkap. Sementara 7 orang lainnya masih DPO, akan kita buru," terangnya.

Perwira menengah itu menjelaskan, menurut keterangan pelaku, motif dari pengeroyokan ini dipicu dari ketiga korban yang saat itu berboncengan satu motor menggeber gas (bleyer-bleyer, red) kepada gerombolan tersangka.

Lalu gerombolan tersangka mengejar korban kemudian menendang motornya di lokasi kejadian. Saat ketiga korban jatuh, para pelaku melakukan pemukulan menggunakan pipa batang besi, kayu dan ada yang menggunakan tangan kosong.

"Pelapor dan satu temannya mengalami luka di tangan dan kaki, lebam. Sedangkan M Fauzi Shodikun mengalami luka di bagian kepala tak sadarkan diri hingga meninggal," pungkasnya.

Dalam pengeroyokan tersebut, polisi mengamankan tiga motor, pakaian, handphone dan kayu.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama ancaman pidana 12 tahun penjara.(nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved