Breaking News:

Gara-gara Disuruh Nyalakan Obat Nyamuk Tak Segera Dilaksanakan,  Wanita di Magetan Dianiaya Anaknya

Baru saja Tasminah (58) duduk beristirahat dari menjalankan perintah Ari Wibowo (32) anak kandungnya ketiga, sesudah diperintah menyalakan obat nyamuk

TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Pria di Magetan aniaya ibu kandung 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Baru saja Tasminah (58) duduk beristirahat dari menjalankan perintah Ari Wibowo (32) anak kandungnya ketiga, sesudah diperintah menyalakan obat nyamuk. 

Lantaran gerakan orangtua lambat, sang ibu dihajar dengan dipukul menggunakan kursi dan pentungan rotan.

Tidak ada yang bisa membela korban dari aniaya anak kandungannya yang saat itu sudah terpengaruh minuman keras (miras), karena dirumah itu hanya dihuni empat anggota keluarga, tiga di antaranya orang orangtua, ada bapak pelaku tapi hanya bisa terbaring karena stroke akut, ada nenek dari ibunya yang sudah renta dan lanjut usia, Tasminah (korban) dan pelaku.

Saat kejadian, menurut Agus Sumarsono (37) anak pertama korban yang tinggal di lain rumah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, sekitar pukul 21.00 WIB. 

Anak Durhaka di Magetan Hajar Ibu Kandung Pakai Berbagai Benda Keras

Jadi tetangga dekat pun tidak ada yang mendengar. Apalagi saat ibunya dianiaya itu juga tidak berteriak minta tolong.

"Kalau memukul orang lain malah akan saya bantu. Atau kalau pemukulan ini dilakukan orang lain, apapun saya lakukan. Padahal setiap hari, saya pasti jenguk Ibu, Bapak dan Nenek, juga adik Ari Wibowo ini,"kata Agus Sumarsono, anak sulung Tasminah (korban).

Seperti diungkap tetangga dekat Tasminah, kebutuhan hidup sehari hari ibu, bapak dan nenek serta Pelaku (Ari Wibowo) adalah Agus Sumarsono anak pertama itu. Padahal Agus Sumarsono ini hanya kerja di toko plastik di Pasar Baru, Magetan.

Anak anak Tasminah warga Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ini kesemua anaknya yang berjumlah empat orang itu semua sudah bekerja dan tidak ada yang tinggal dirumah itu kecuali pelaku, Ari Wibowo, yang setiap hari suka mabuk mabukan itu.

Waktu rumah didatangi wartawan, Agus Sumarsono, tidak mengizinkan wartawan menemui seisi rumah itu, karena mereka semua masih trauma dengan kejadian sadis yang dilakukan pelaku kepada ibu kandungnya  sendiri itu. 

"Sudah Mas, ibu saya jangan ditanya tanya. Ini masih ketakutan kalau lihat orang laki laki. Semua dirumah ini orangtua semua. Hanya Ari Wibowo, pelaku yang masih muda,"jelas Agus Sumarsono, sembari berdiri di pintu rumah orangtuanya itu.

Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Ryan Wira Raja Pratama, tersangka penganiaya ibu kandung ini sudah dibekuk dan dijebloskan kedalam jeruji besi Polres setempat. Anak durhaka itu dijerat pasal berlapis dengan ancaman penjara lima tahun.

"Pelaku kami jerat dengan pasal 
44 ayat 1 dan ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2003, tentang penganiayaan dengan ancaman minimal 5 tahun penjara,"tandas Ryan WRP. (tyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved