Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Driver Online Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid-19 Tahap 2, PDOI Jawa Timur Merespon Positif

Para driver online masuk daftar penerima vaksin Covid-19 Sinovac tahap kedua. PDOI Jawa Timur merespon positif.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/Humas PDOI Jatim, Daniel Lukas Rongrong
Driver ojek online. 

Reporter : Syamsul Arifin | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah para tenaga kesehatan, vaksin virus Corona ( Covid-19 ) tahap kedua pada Maret 2021 akan diberikan untuk pelayan publik, aparat TNI-Polri, hingga masyarakat umum. 

Para driver online juga masuk dalam daftar penerima vaksin Covid-19 Sinovac tahap kedua.

Rencana tersebut direspon positif oleh Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur.

Satu Keluarga Penumpang Mobil yang Tertabrak Kereta di Blitar Ternyata 5 Orang, Ada yang Masih Bayi

Amanda Manopo Sudah 2 Bulan Tak Pulang ke Rumah, Disebut Ibunya Bang Toyib, Keluarga Jadi Khawatir

Menurut Daniel Lukas Rorong, Humas PDOI Jawa Timur, langkah yang dilakukan pemerintah tersebut sudah sangat tepat. 

"Tanpa mengesampingkan profesi lainnya, tapi mengingat mobilitas yang tinggi, driver online juga rawan tertular dan menularkan virus Corona. Apalagi orang tanpa gejala (OTG) kini mendominasi kasus positif," kata Daniel, Jumat (12/2/2021). 

Untuk itu, Daniel berharap agar data siapa saja driver online yang masuk dalam daftar penerima vaksin tahap kedua bisa segera disosialisasikan.

Sinopsis Ikatan 12 Februari 2021: Andin Datang ke Makam Nindi, Aldebaran Menyerahkan Diri ke Polisi?

Jumlah Wisatawan ke Kota Batu pada Tahun 2020 Merosot Hingga 70 Persen, Imbas Pandemi Covid-19

Daniel juga mengimbau pada rekan-rekan driver online agar bersedia dan tidak menolak jika namanya masuk dalam daftar.

"Dapatkan informasi mengenai program ini hanya dari sumber terpercaya dan berwenang. Sehingga program vaksinasi ini diharapkan bisa berjalan dengan lancar dan dapat menekan penyebaran Covid-19 serta mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia," imbuh salah satu penggugat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108/2017 yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Masih kata Daniel, selama masa pandemi Covid-19, pendapatan driver online menurun drastis. Penurunan penghasilan driver online bisa mencapai 50-70 persen.

“Misal, untuk ojek online (ojol). Yang biasanya sehari bisa mendapatkan penghasilan 100 ribu-200 ribu. Sekarang hanya bisa membawa pulang uang sebesar 50 ribu-150 ribu. Bahkan, tak sedikit yang hanya memperoleh penghasilan sebesar 30 ribu-50 ribu. Tentu saja, penghasilan segitu tidak cukup bagi mereka yang sudah berkeluarga dan punya anak”, ungkapnya. 

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan tengah mematangkan pendataan vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas pelayanan publik yang dijadwalkan berlangsung Maret 2021.

Dari target 18,5 juta orang sasaran vaksinasi tahap kedua, 1.251.866 diantaranya adalah driver online.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved