Breaking News:

Pilkada Surabaya

Jelang Putusan MK Soal Pilkada Surabaya 2020, Kubu Eri-Armuji Optimistis Gugatan MA-Mujiaman Ditolak

Jelang putusan MK soal Pilkada Surabaya 2020, kubu Eri Cahyadi-Armuji meyakini gugatan Machfud Arifin-Mujiaman akan ditolak.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pasangan calon Eri Cahyadi-Armuji saat debat publik kedua Pilkada Surabaya 2020, Rabu (18/11/2020) malam. 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PDI Perjuangan menyambut optimistis jelang putusan dismissal terkait Pilkada Surabaya 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan disampaikan pada Selasa (16/2/2021).

Partai pengusung Eri Cahyadi-Armuji ini optimistis gugatan Machfud Arifin-Mujiaman akan ditolak MK.

"Kami yakin gugatan paslon Machfud Arifin-Mujiaman akan ditolak MK. Karena tidak memiliki legal standing," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono di Surabaya, Senin (15/2/2021).

Adi Sutarwijono menyebutkan sejumlah alasannya. Misalnya saja dari selisih suara. Seharusnya, maksimal selisih suara di antara keduanya hanyalah 0,5 persen untuk mengajukan gugatan di MK.

"Seperti diketahui selisih suara paslon Eri Cahyadi-Armuji menang 145 ribu suara, atau unggul 13,8 persen dari Machfud Arifin-Mujiaman. Selisih suara yang jauh, berlipat-lipat di atas syarat ambang batas selisih suara, yang diatur peraturan perundang-undangan untuk diadili di MK," kata Adi Sutarwijono.

"Sedangkan ambang batas selisih suara untuk populasi sebesar Surabaya, sesuai ketentuan pasal 158 UU 10/2016, yang diperbolehkan maksimal 0,5 persen," lanjut Ketua DPRD Surabaya ini.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Gelombang Kedua di Surabaya Tunggu Distribusi Vaksin ke Kota Pahlawan

Baca juga: Hotel dan Apartemen Surabaya Wajib Lapor Data Tamu, Antisipasi Pasien Covid-19 Isolasi Diam-diam

Adi Sutarwijono belajar dari keputusan MK di sejumlah sengketa Pilkada sebelumnya, selisih suara menjadi acuan MK dalam memutuskan perkara.

"Sejauh ini putusan-putusan MK terkait sengketa Pilkada selalu konsisten mengenai ambang batas selisih suara, seperti yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan," kata Adi Sutarwijono.

Pihaknya siap mendengarkan dan menerima keputusan majelis hakim MK.

"Paslon Eri Cahyadi-Armuji akan menyimak melalui saluran virtual pembacaan keputusan dismissal itu," katanya.

Baca juga: Sanggah Dalil Machfud Arifin, PDI Perjuangan Surabaya Kirim Bukti di Sidang Mahkamah Konstitusi

Baca juga: KPU dan Bawaslu Surabaya Pastikan Seluruh Tahapan Pilkada di Kota Pahlawan Berjalan Sesuai Regulasi

"Kami yakin keputusan MK nanti akan merupakan keputusan terbaik yang berseiring dengan kehendak mayoritas rakyat Surabaya. Para pemilih yang telah memberikan suara dalam Pilkada 9 Desember 2020 yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," katanya.

Pihaknya meyakini, apabila keputusan MK menolak gugatan Machfud Arifin-Mujiaman, maka masyarakat Surabaya turut bahagia.

"Saya yakin rakyat Surabaya akan mensyukuri. Dan, Eri Cahyadi-Armuji dapat segera dilantik sebagai Wali Kota Surabaya dan Wakil Wali Kota Surabaya," katanya.

"Dengan begitu, Eri Cahyadi-Armuji bisa segera merealisasikan gagasan-gagasan pembangunan Kota Surabaya, yang sudah disampaikan dalam masa kampanye lalu," katanya.

Baca juga: Nahas, Teknisi Listrik Senior di Tulungagung Meninggal di Atas Plafon Saat Menyambung Kabel

Baca juga: Pemuka Agama di Tulungagung Dipukul di Dalam Masjid Saat Tengah Memberi Wejangan ke Santrinya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved