Breaking News:

Menko Muhadjir Effendi Imbau Waspada Bencana Dampak Badai La Nina, Ajak Hijaukan Lahan

Menko Muhadjir Effendimeninjau situasi terkini bencana alam tanah longsor di Kabupaten Nganjuk.

SURYA/FEBRIANTO RAMADANI
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi,  sedang menanyakan kondisi salah satu korban bencana longsor Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Selasa sore (16/2/2021). 

Reporter: Febrianto Ramadani | Editor: Heftys Suud

TRIBUNAJTIM.COM, NGANJUK - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi meninjau situasi terkini bencana alam tanah longsor yang menimpa masyarakat, Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Selasa sore (16/2/2021).

Dalam kunjungan tersebut, ia sekaligus berpesan kepada semua masyarakat supaya tetap berhati-hati.

Menurutnya, masyarakat harus waspada, karena memang tahun ini intensitas bencana banjir, gempa, dan tanah longsor sangat tinggi. Hal itu diakibatkan oleh Badai La Nina.

Baca juga: Bertambah Lagi Pemain Indonesia yang Berkarier di Eropa, Bek Persita Tangerang Gabung Klub Bosnia

Baca juga: Kakek Kota Malang Gantung Diri di Kamar Mandi, Diduga Depresi Sakit Kanker Tak Sembuh-sembuh

"Badai La Nina itu punya dampak yang  sangat luas. Karena itu pesan saya kepada masyarakat, dan seluruh warga, terutama di wilayah yang rentan ancaman bencana agar waspada," ujarnya.

Muhadjir juga menyebutkan, pemerintah sekarang sudah mulai memasukkan kurikulum Pendidikan Kebencanaan sebagai muatan lokal.

Sehingga, masing masing daerah, khususnya anak-anak, sudah ditanamkan kesadaran tanggap dan merespon cara mengatasi bencana alam.

"Sesuai dengan tempatnya masing masing. Apakah rawan longsor, banjir gempa bumi, atau gunung meletus," jelasnya.

Baca juga: Atta Janji Ajak Aurel Hubungan Intim Tiap Hari saat Nikah, Nikita Mirzani Heboh, Dinar: Encok Nyai

Baca juga: Mantan Polisi di Bangkalan Nyambi Jadi Kurir Sabu Dituntut 9 Tahun Penjara: Saya Minta Keringanan

Nantinya, lanjut Muhadjir, pemerintah pusat akan memperbaiki infrastruktur bangunan yang rusat berat melalui Dinas PUPR dan BNPB. Untuk bangunan yang ringan akan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.

"Setelah tanggap bencana ini akan diseriuskan dengan tahap rekon rehab. Jadi pak Bupati tadi menyinggung kemungkinan relokasi, kalau memang itu pilihan terbaik, kami dukung penuh. Nanti pemerintah pusat saya akan koordinasikan bantuan pembangunan rumah," terangnya.

Imbuhnya, "Yang paling urgent tergantung kasusnya.  Kalau tanahnya sangat labil maka dilakukan penguatan tanah. Jangan lupa reboisasi. Jangan sampai terjadi banjir atau longsor akibat yang penanaman yang kurang baik. Harus tanaman keras yang bisa menahan longsor. Jangan sampai ada pembalakan liar."

Di akhir wawancara, Muhadjir Effendi berpesan, marilah hijaukan lahan dengan berbagai tanaman agar tidak terjadi tanah longsor dan banjir di kemudian hari.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini, mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan forkopimda. Ini karena dampak global warming sudah luar biasa. 

"Kalau tidak mampu maka harus dipindah. Nanti akan kami komunikasikan terkait bagaimana masalah lahan," tandasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved