Breaking News:

Gairahkan Kembali Pariwisata di Kota Malang, 50 Event Masuk dalam Kalender Disporapar 2021

Untuk menggairahkan kembali pariwisata di Kota Malang, 50 event masuk dalam kalender Disporapar 2021. Digelar di kampung tematik di Kota Malang.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Surya/Rifky Edgar
Kampung Warna Warni Jodipan di Kota Malang, 2020. 

Reporter: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Guna kembali menggairahkan sektor pariwisata di Kota Malang, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bakal menggelar 50 event pariwisata di tahun 2021 ini.

Kegiatan yang rencananya bakal dimulai sejak April tersebut, lebih banyak dilakukan di sejumlah kampung tematik di Kota Malang.

Total kegiatan yang sudah direkap oleh Disporapar sebanyak 40 event.

Sementara kegiatan lain yang menjadi event besar ialah Malang Flower Carnival.

"Karena Januari sampai Maret ini kita PPKM, jadi kegiatan dimulai pada April 2021 dengan catatan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat," ucap Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Menuju Smart City, Kota Malang Bakal Terapkan PJU Pintar Pertama di Indonesia

Baca juga: Pohon Tumbang di Jalan Tenes Kota Malang, Tujuh Sepeda Motor Rusak Tertimpa

Meski demikian, sejumlah kegiatan wisata yang berlangsung di kampung tematik tidak dibiayai oleh Disporapar.

Akan tetapi Disporapar hanya membantu dalam hal promosi guna membangkitkan kembali gairah wisata di Kota Malang saat pandemi Covid-19.

"Jadi kami hanya menginventarisir even-event yang dilakukan oleh masyarakat. Terutama yang dilakukan dk kampung tematik. Karena mereka mengangkat potensi lokal yang ada," ucapnya.

Selain membantu dalam hal promosi, Disporapar juga membantu mendistribusikan alat-alat kesehatan seperti masker dan lain-lain.

Baca juga: Pemkot Batu Anggarkan Rp 250 Juta untuk Beli Lahan Relokasi Warga Terdampak Longsor di Brau

Baca juga: Kembali Jadi Rakyat, Bupati Malang Terpilih Sanusi Ingin Istirahat dan Menjadi Petani

Pihaknya juga mengizinkan penyelenggaraan kesehatan, asalkan harus sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Wali Kota Malang.

"Seperti pengunjung nanti harus ada pembatasan minimal 50 persen dan harus memakai masker. Saya kira masyarakat sudah paham dengan kondisi pandemi. Tapi walaupun itu kita harus tetap berekspresi. Tidak boleh berhenti dengan batasan-batasan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved