Breaking News:

Pemkot Batu Anggarkan Rp 250 Juta untuk Beli Lahan Relokasi Warga Terdampak Longsor di Brau

Pemkot Batu menganggarkan Rp 250 juta untuk membeli lahan relokasi warga terdampak tanah longsor di Dusun Brau.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/PUSDALOPS BATU
Warga Dusun Brau Kota Batu gotong royong membersihkan material tanah longsor, 2021. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Pemkot Batu memproyeksikan anggaran Rp 250 juta untuk pembelian lahan bagi 13 KK yang terdampak bencana longsor di Dusun Brau, Desa Gunung Sari, Kota Batu.

Lahan yang akan dibeli tersebut memiliki luas hingga 1.500 meter persegi.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengemukakan, warga telah sepakat untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. Untuk lokasi, lahan relokasi berada di belakang TPQ Dusun Brau.

"Lahan tersebut akan dipergunakan 11 hingga 13 KK untuk membangun rumah. Luasnya 1.300 meter persegi hingga 1.500 meter persegi," papar Punjul Santoso, Kamis (18/2/2021).

Harga tanah yang dibeli awalnya yakni Rp 300 ribu per meter. Namun setelah dilakukan tawar menawar harganya ketemu di angka Rp 250 ribu per meter.

Menurut Punjul Santoso, tanah tersebut cukup untuk kebutuhan 13 KK. Menurut perhitungan, luasan tanah warga yang direlokasi paling lebar berukuran 8 x 11 meter.

Baca juga: Terkait Pencemaran Air Sungai, DLH Kota Batu Akan Normalisasi Instalasi Lindi TPA Tlekung

Baca juga: Pedagang di Payung 1 Kota Batu Diimbau Tak Berjualan Sementara, Mereka Mendapat Bantuan Kebutuhan

"Dari perhitungan sementara kami telah siapkan anggaran Rp 250 juta untuk pembelian tanah. Anggaran akan diambilkan dari dana belanja tidak terduga (BTT)," bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim melaporkan kondisi terbaru pada 17 Februari 2021.

BPBD Kota Batu mendata kebutuhan warga, melakukan pemeriksaan kesehatan, setting dan reset Early Warning System (EWS), hingga pengawasan gerakan tanah.

Baca juga: Resmi Jadi Plh Bupati Malang, Wahyu Hidayat Dihadapkan dengan Sederet Pekerjaan

Baca juga: Wali Kota Sutiaji Tegaskan Penerapan PPKM Mikro di Kota Malang Tak Ganggu Sektor Ekonomi

"Kami mencatat untuk total warga yang terdampak sebanyak 16 KK dengan 53 Jiwa. Pengungsi yang terdampak dan sudah menempati tenda keluarga sebanyak 13 KK dengan 47 jiwa," paparnya. 

Sementara jumlah ternak terdampak sebanyak 42 ekor sapi dan 13 ekor kambing.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved