Breaking News:

Harga Cabai Meroket, Begini Penjelasan Ketua Paguyuban Petani Cabai Kabupaten Kediri

Suyono mengatakan bahwa kenaikan harga cabai di Kediri sudah dirasakan sejak awal Februari 2021.

farid Mukarrom/Tribunjatim
Suyarno Petani Cabai Asal Dusun luksongo, Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri saat menunjukkan cabai rusak akibat curah hujan tinggi 

Reporter : Farid Mukarrom | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Suyono mengatakan bahwa kenaikan harga cabai di Kediri sudah dirasakan sejak awal Februari 2021.

"Jadi memang faktor utamanya dari cuaca buruk. Sampean tahu sendiri bahwa hujan deras dengan intensitas tinggi pada bulan Februari ini sering terjadi. Akhirnya banyak tanaman rusak dan hasil panen tak banyak," katanya.

Bahkan Suyono menyebut untuk jumlah penurunan produksi cabai di Kabupaten Kediri total ada 60 persen.

"Selain karena curah hujan yang tinggi, faktor hama dan penyakit juga jadi sebab, kenapa jumlah produksi menurun sampai 60 persen. Terutama di daerah Kabupaten Kediri yang masuk dataran rendah, Ngasem, Pagu, Ngadiluwih, dan Kayen Kidul," imbuh Ketua Paguyuban Petani Cabai Kabupaten Kediri.

Saat ini menurut Suyono harga dikalangan produsen cabai sudah mencapai 79 - 81 ribu rupiah per kilogram.

Baca juga: Gus Baha : Sedekah Itu Sesekali Perlu Dilakukan Secara Terang-terangan, Penjelasannya ini

Baca juga: Imbas Predikat Nissa Sabyan Pelakor Bakal Lekat Seumur Hidup, Orang Susah Lupa, Kariernya Tamat?

Baca juga: Gerai Masker Gratis di Sumenep Sepi Peminat, Polisi: Sudah Lelah, Covid Ini Cukup Panjang

"Kalau dari petani rata - rata 75 - 77 ribu, keuntungan yang kita ambil dari produsen hanya 2 - 3 ribu," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Masih kata Suyono bahwa untuk kenaikan harga cabai ini diprediksi tak akan lama. Mengingat sebentar lagi memasuki bulan Maret.

"Bulan maret ini biasanya sudah memasuki musim kemarau. Semoga hasil panen cabai bisa bertambah dan harganya tak naik," tuturnya.

Sementara itu menurut Suyono mengenai kenaikan harga cabai ini, meskipun dikeluhkan banyak orang. Akan tetapi untuk permintaan tak banyak mengalami penurunan.

"Alhamdulillah permintaan pasar tak begitu banyak yang turun. Tetapi tetap kondisi seperti ini masyarakat secara umum tak ingin harga cabai terus naik," bebernya.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved