Breaking News:

Dimakamkan Selama 4 tahun, Jasad Ulama Bondowoso KH Baidlawi Masih Utuh

Jasad seorang ulama pendiri PonPes Bustanul Ulum, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, KH Baidlawi bin H Abdus Syukur

dokumen pribadi
Makam ulama sekaligus pendiri Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, KH Baidlawi bin H Abdus Syukur dibongkar usai ambles terkena air hujan. Jenazah ulama itu masih utuh setelah 4 tahun dimakamkan. 

Reporter : Danendra kusuma | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Jasad seorang ulama sekaligus pendiri Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yakni KH Baidlawi bin H Abdus Syukur yang telah dimakamkan selama 4 tahun masih utuh.

KH Baidlawi wafat pada Hari Jumat 2 Juni 2017 atau bertepatan dengan 7 Ramadhan 1438 H.

Putra almarhum KH Baidlawi, KH Ali Rohbini mengatakan jasad sang ayah diketahui tetap utuh usai makamnya dibongkar, Kamis (25/2).

Pembongkaran itu dilakukan, karena tanah makam almarhum ambles terkena air hujan.

"Saya diberitahu sama pekerja pondok. Kemudian, saya mengecek ke makam. Ternyata benar tanah makamnya ambles," katanya kepada TribunJatim.com, Sabtu (27/2).

Setelah mengetahui makam sang ayah ambruk, ia berniat langsung menimbun dengan tanah baru.

Baca juga: Pekan Pertama Menjabat, Gus Yani Donor Plasma Konvalesen Ajak Para Penyintas Covid-19 di Gresik

Baca juga: Ini Pesan Orang Tua Gus Baha Kepadanya, Gus Baha Pegang Pesan itu Sampai Sekarang

Baca juga: Berikut PR Buat Bupati Jember Hendy dan Wakil Bupati Jember Gus Firjaun Dalam Waktu Dekat

Namun, tanah makam sang ayah yang ambles kondisinya terbilang parah usai dicek lebih detil. Ia pun mengurungkan rencana menimbun makam dengan tanah baru.

"Sehingga, makam harus dibongkar dan dikeruk. Ketika kerukan sudah sampai dasar, terlihat jasad beliau. Saya melihat kain kafan yang asli masih utuh serta posisinya masih menghadap kiblat," ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Menurutnya, jenazah sang ayah masih utuh, seolah baru meninggal.

Kala membongkar, ia juga melapisi jenazah dengan kain kafan baru karena kain kafan yang lama warnanya kecoklatan terkena tanah dan air.

"Otomatis saya membalik punggungnya saat mengafani, bagian kakinya juga ikut terbalik. Artinya tubuh beliau masih utuh. Usai saya cek dari ujung kaki sampai ujung kepala utuh," paparnya kepada TribunJatim.com. .

"Saya tidak kuasa membuka keseluruhan kain kafan. Walhasil, saya melapisi dengan kain kafan baru. Saat itu saya menahan air mata dan lekas melapisinya dan menghadapkan kembali ke arah kiblat," pungkasnya.

Video proses pembongkaran ini diunggah warganet di media sosial dan aplikasi pesan singkat. Dalam keterangan video warganet menuliskan, meskipun sudah dimakamkan empat tahun lalu, ternyata jasadnya masih utuh. Video itu pun menghebohkan warga Bondowoso.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved