Pemuda Gresik yang Dilaporkan Hilang Ternyata Kabur ke Banyuwangi Naik Bus
Pemuda Gresik bernama Nabhani Yusuf yang dilaporkan hilang ternyata kabur. Pemuda berusia 27 tahun ini ternyata pergi dari lokasi menghilangnya
Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Willy abraham | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemuda Gresik bernama Nabhani Yusuf yang dilaporkan hilang ternyata kabur. Pemuda berusia 27 tahun ini ternyata pergi dari lokasi menghilangnya di jalan tembusan Telogodowo area bekas tambang Semen ke Banyuwangi naik bus seorang diri.
Kepergian warga Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menyedot banyak perhatian. Hilang secara misterius di area bekas tambang semen Tlogodowo, Senin (1/3/2021) pagi dengan meninggalkan sebuah motor honda Vario W 6362 JU. Motor tersebut digeletakkan begitu saja di semak-semak lengkap dengan helm dan kunci.
Banyak spekulasi kepergian korban yang menghilang secara misterius. Spekulasi bermunculan di media sosial, mengasumsikan hilangnya Yusuf menjadi korban perampokan, penculikan, pembegalan bahkan dibawa oleh mahluk ghaib ke suatu tempat.
Pria yang kerap disapa Yusuf ini menampakkan batang hidungnya pada Kamis (4/3/2021) di Mapolsek Manyar. Dia terlihat sehat dan bugar saat pres release. Dia baru tiba di Gresik dari Banyuwangi pagi hari ini.
Kapolsek Manyar, Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, korban pergi secara spontanitas tanpa direncanakan. Sepeda motor, helm dan kunci sepeda motor memang sengaja ditinggalkan di lokasi kejadian kemudian menghubungi keluarga melalui handphone dan menghilang. Yusuf hanya membawa uang sebesar Rp 400 ribu saat itu.
"Dari lokasi Telogodowo jalan kaki ke depan Unmuh terus naik angkutan umum ke terminal Osowilangun terus naik bus ke Malang kemudian ke Banyuwangi," ucap Bima kepada TribunJatim.com.
Penyebab perginya korban karena memiliki masalah pribadi. Dikatakannya, korban merasa tertekan dalam menyelesaikan tugasnya di organisasi. Sehingga memilih pergi dan menghilang secara misterius.
Baca juga: Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya : Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Layak Jadi Ketua PCNU
Baca juga: Jangan Tergesa-gesa! Daftar Kartu Prakerja Gelombang 13 Bakal Dibuka 5 Hari, 1 KK Maksimal 2 NIK
Baca juga: Wacana Ibadah Umrah Dan Haji Dibuka Kembali Berikut Tanggapan Kakanwil Kemenag Jatim
"Korban ada masalah kerja sehingga melakukan aksi tersebut. Aksi ini tidak direncanakan, spontan karena adanya tekanan dan sebagainya sehingga sulit berfikir lalu pergi begitu saja," terangnya.
Saat korban pertama kali memberitahu keluarganya berada di alas Gumitir Banyuwangi pada Rabu (3/3/2021) dinihari sekitar pukul 01.00 Wib kemudian dibawa menuju kantor polisi. Petugas bersama keluarga langsung bertolak menuju Mapolresta Banyuwangi untuk menjemput korban.
Di Banyuwangi, korban langsung di cek kesehatannya. Mulai dari tes psikologi dan hasilnya normal. Kemudian tes narkoba, rapid tes antigen hasilnya juga negatif. Korban juga dinyatakan sehat.
Alumnus Akpol 2013 ini menambahkan, jika uang setoran sebesar Rp 10 juta yang rencananya akan disetorkan ke koordinator Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) masih tersimpan di rekening bank, masih aman dan utuh.
Yusuf mengaku menyesal melakukan tindakan tersebut. Pergi begitu saja ketika menghadapi masalah. Pemuda yang merupakan koordinator bidang sosial dan lingkungan karang taruna Desa Suci ini meminta maaf.
"Ada tekanan salah satu tugas kerja. Sekarang lega, saya diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah dan diberi solusi juga," ucap pria yang juga membantu di Gapoktan ini.
Usai memberitahu keluarga seolah-olah diculik, kata Yusuf, langsung mematikan telepon genggamnya. Yusuf mengaku dalam tekanan kemudian memilih pergi ke Malang kemudian pergi Banyuwangi seorang diri, bermaksud menemui temannya saat masih aktif bekerja dulu.
"Saya menyesal dan tidak mengulangi lagi," tutupnya.