Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Pedagang Buku 'Kampung Ilmu' Beber Lapak Online, Optimis Genjot Penjualan di Tengah Pandemi

Pedagang buku di Kampung Ilmu, Jalan Semarang Surabaya mulai beralih ke platform digital. Upaya genjot penjualan di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Hefty Suud
SURYA/SUGIHARTO
Seorang pedagang membungkus buku yang akan dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini pedagang di Kampung Ilmu mengandalkan penjualan secara online untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. 

Menurut Budi, dalam sehari jika penjualan dilakukan secara konfensional, hampir tidak ada pembeli.

Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Hadiri Muscab PKB Surabaya, Ketua DPC Musyaffak Rouf: Beliau Pemimpin Sejati

Baca juga: PT KAI Daop 8 Perpanjang Relasi KA Mutiara Timur, Jadi Yogyakarta - Surabaya Gubeng - Ketapang PP

Budi melanjutkan, penjualan buku sebetulnya telah menurun, bahkan sebelum pandemi. Namun, sejak pandemi, penjualan justru merosot tajam dari hari biasanya.

“Mungkin seiring perkembangan teknologi digital ini ya, juga mempengaruhi secara tidak langsung,” ujar Budi.

Jika ada pembeli yang datang secara langsung ke Kampung Ilmu, biasanya mereka hanya mencari buku sejarah, novel, maupun buku tes masuk perguruan tinggi.

“Kalau kolektor, biasanya mencari buku-buku sejarah. Sedangkan anak muda yang dicari biasanya novel,” ucapnya.

Di Kampung Ilmu, total ada 85 pedagang yang masih bertahan. Dari jumlah pedagang itu, belum ada yang mendapat arahan secara langsung dari pemerintah untuk menunjang penjualan buku di Kampung Ilmu.

“Selama ini, kami inisiasi sendiri untuk menjualkan buku secara online. Pernah juga kami mengikuti pameran-pameran di pondok pesantren, sekolahan, dan lain sebagainya. Jadi ya sekarang rata-rata dijual online seperti lewat medial sosial atau platform digital lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, penjualan buku melalui platform digital menjadikan para pedagang lebih leluasa dan mampu menjangkau seluruh wilayah di Surabaya dan daerah lainnya.

"Kalau berjualan secara online, enaknya kami lebih luas jangkauannya dan lebih leluasa. Jualan konvensional, yang dijangkau hanya warga Surabaya saja. Sementara berjualan online, yang beli bisa dari Malaysia, Papua, Jakarta, banyak,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved