Breaking News:

Sebagian Besar Warganya Sudah Imunisasi, Magetan Tetap Urutan Ketiga Penyebaran Covid-19 di Jatim

Ironi, kendati sebagian besar warga masyarakat di Kabupaten Magetan sudah jalani imunisasi dengan vaksin Sinovac untuk menghentikan penyebaran Corona

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 di Magetan 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN -  Ironi, kendati sebagian besar warga masyarakat di Kabupaten Magetan sudah jalani imunisasi dengan vaksin Sinovac untuk menghentikan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tapi Kabupaten Magetan masih tetap dinyatakan daerah penyebaran Covid 19 di ketiga di Jawa Timur.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur menganggap langkah yang dilakukannya untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 itu belum maksimal.Berbagai upaya sekarang ini dilakukan termasuk memperketat kedisiplonan prorokol kesehatan (Prokes) salah satunya menggunakan masker ditempat tempat umum yang berlaku selama 24 jam.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Sangat Pedas, Diskoperindag Gresik Akan Gerakkan UMKM Tanam Cabai di Pekarangan

Namun rupanya aturan Prokes masker selama 24 jam sehari itu tidak di patuhi warga masyarakat. Ketidak patuhan warga masyarakat sendiri juga karena adanya contoh dari aparatnya sendiri yang mrnerapakan aturan itu hanya anget anget tahi ayam.

Seperti tidak boleh menggelar hajatan, karena menciptakan kerununan. Tapi aparat sendiri sering dengan vulgar menggelar acara acara berkerumun yang disaksikan warga masyarakat di Kabupaten Magetan. Sehingga tidakan Pemkab Magetan melaksanakan imunisasi Covid-19 dengan vaksin sinovac diangap sebagai kegiatan irasional.

Karena sebagian warga masyarakat sudah jalani imunisasi, tapi angka penyebaran Covid 19 di Kabupaten Magetan masih tinggi, bahkan, Kabupaten Magetan menempati urutan ketiga di Jawa Timur setelah Ponorogo dan Surabaya.

Karenanya untuk  antisipasi dan menekan angka penyebaran Covid 19, petugas gabungan dari Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Magetan, melakukan razia kembali warga pelintas batas diutamakan dari wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dan Wonogiri, Jawa Tengah. Tidak hanya operasi masker, warga yang melintas tidak disertai surat sehat, akan dilakukan rapid test anti gen.

Dalam razia itu petugas gabungan ini memberhentikan satu persatu pelintas batas yang mekewati antara wilayah Puh Pelem, Wonogiri, Jawa Tengah dan Poncol, Magetan, Jawa Timur. Mereka diminta menunjukan surat sehat dari Dinas Kesehatan setempat, bila tidak memilik langsung dilakukan rapid tes anti gen dan akan diberikan surat sehat bila dinyatakan negatif.

Kapolres Magetan, Jawa Timur AKBP Festo Ari Permana yang diketahui ikut dalam razia gabungan, bersama Kasat Lantas Polres Magetan AKP J Nugroho, membenarkan saat ini Polisi yang ikut bergabung di Satgas Pengangan Percepatan Covid 19 Kabupaten Magetan lebih menggencarkan razia, khususnya bagi warga pelintas batas yang datang dari luar daerah.

"Warga yang bukan dan warga Magetan yang melintas batas kami rapid tes anti gen bila tidak mempunyai surat sehat. Bila hasilnya reaktif, kami minta kembali dan melakukan perawatan di daerah asal. Namun bila warga Magetan, kita sarankan isolasi di desanya,"kata Festo.

Menurut Kapolres Festo, penyebab klaster Covid 19 di Kabupaten Magetan dari hasil evaluasi menyebutkan, masing masing yang menunjukan hasil tes reaktif berasal dari luar daerah atau pelintas batas.(tyo)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved