Breaking News:

Bakal Dongkrak Kualitas Pendidikan, Bupati se-Indonesia Dukung Program Organisasi Penggerak

Untuk mendongkrak kualitas pendidikan, Bupati se-Indonesia menyatakan mendukung penuh Program Organisasi Penggerak

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Abdullah Azwar Anas Ketua Umum APKASI ( Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ) dan mantan Bupati Banyuwangi. 

TRIBUNJATIM.COMAsosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ( APKASI ) yang merupakan gabungan dari 416 pemerintah kabupaten di Indonesia menyatakan akan memberikan dukungan yang diperlukan untuk pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP) yang sedang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Program ini dinilai sebagai gotong-royong dan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Abdullah Azwar Anas, Ketua Umum APKASI menegaskan, saat ini adalah waktunya mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat lebih jauh dalam prakarsa-prakarsa dan program-program pendidikan khususnya di masa pandemi COVID-19 yang penuh tantangan.

“Saya kira ini positif jika dikerjakan sesuai rencana yang telah dirancang Kementerian. Tangan pemerintah juga terbatas,” kata Azwar Anas, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Banyuwangi Luncurkan Kalender Wisata Berkonsep Hybrid Pertama di Indonesia, Diresmikan Sandiaga Uno

Menurut mantan Bupati Banyuwangi ini, pendidikan saat ini menjadi salah satu sektor prioritas di daerah – daerah selain kesehatan dan ekonomi.

Oleh karenanya, prakarsa-prakarsa masyarakat harus terus didorong dan ditumbuh kembangkan, termasuk dengan melibatkan organisasi masyarakat dan keguruan.

Azwar Anas menilai, sosialisasi kepada seluruh kepala daerah menjadi sangat penting.

Untuk memudahkan prosesnya, ia menyarankan Kemendikbud melakukan sosialisasi secara daring dengan para kepala daerah demi memastikan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi penggerak nantinya akan terbangun dengan baik.

Menurutnya, sebagai program baru, sejumlah kepala daerah belum memahami secara utuh mengenai POP.

Padahal, kompetensi guru, potensi daerah, dan sekolah berbeda satu sama lainnya.

Halaman
12
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved