Breaking News:

Pemuda di Ponorogo Rintis Usaha Kerajinan Aksesoris Dari Limbah Jati Belanda

Pemuda Desa Sukoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo menunjukkan kreativitasnya dengan memanfaatkan limbah kayu.

sofyan arif candra /Tribunjatim
Pemuda Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo Menyulap Limbah Jati Belanda Menjadi Kerajinan Aksesoris 

Misalnya saja jam dinding custom sesuai permintaan pelanggan, hanya dibanderol mulai Rp 120 ribu hingga Rp 200 ribu.

"Kita baru pasarkan lewat media sosial WhatsApp dan Facebook," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Karena baru berjalan dua bulan, pelanggan Wandi baru berasal dari sekitaran Kabupaten Ponorogo saja.

"Kemarin ada yang pesan dari Jakarta. Tapi itu warga sini juga yang sekarang menetap di Jakarta," terang Wandi.

Karena melihat masa depan yang cerah dari usaha yang dirintisnya, Wandi samali berani untuk menjual motornya.

"Uangnya saya belikan alat agar produk kami semakin beragam dan berkualitas," cetusnya.

Wandi dan pemuda yang tergabung di creative culture punya harapan besar dengan usaha yang dirintisnya ini.

Mereka bertekad untuk menambah jenis produk yang bisa mereka jual dengan memanfaatkan potensi di desanya.

"Kita juga ingin belajar memperbaiki pemasaran kita melalui media online. Tidak hanya di media sosial tapi juga di market place," ucapnya kepada TribunJatim.com.

Dengan semakin banyaknya usaha di Desa Sidoharjo, Wandi berharap pemuda di desanya tak lagi harus merantau ke luar daerah.

Dengan begitu karang taruna Desa Sidoharjo bisa hidup dan kegiatan kepemudaan bisa lebih aktif lagi.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved