Banjir Bandang di Magetan Tdak Hanya Menyeret Material Bangunan, Tapi Juga Uang Rp 100 juta
Banjir di Magetan selama musim penghujan ini tidak hanya menyeret berbagai material bangunan dan pohon pohon, juga menutup akses jalan
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Banjir di Magetan selama musim penghujan ini tidak hanya menyeret berbagai material bangunan dan pohon pohon, juga menutup akses jalan. Tapi juga, melenyapkan uang warga Desa Banjarpanjang sebesar Rp 100 juta bersamaan dengan datangnya banjir bandang itu.
"Baru baru ini saja Magetan yang berada dilereng gunung Lawu ini banjir. Meski hanya banjir bah atau banjir bandang, tapi arus yang mengalir sangat deras sehingga menyeret berbagai material bangunan yang diterjang arus banjir bandang itu, sehingga menutup sejumlah akses jalan," kata Joko Prayitno warga Dusun Jetis, Desa/Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan kepada Surya, Rabu (17/3).
Dari kecil, lanjut Joko Prayitno, sampai dewasa ini, Magetan diterjang banjir bandang, baru beberapa tahun ini, setelah pohon tegakan di hutan gunung Lawu semakin hari semakin gundul dan berganti hamparan persawahan, hotel dan rumah warga.
"Sekarang ini, bila hujan deras turun, air dari Gunung Lawu meluncur cepat ke bawah, kota Magetan dan pemukiman warga masyarat sekitar pasti jadi terjangan air hujang yang menjadi banjir bandang atau air bah," katanya.
Dikatakan Joko, tokoh pemuda Ngariboyo ini, hujan deras yang mengguyur Gunung Lawu dan sekitarnya menjadikan banjir bandang di kota Magetan, selain merusak fasilitas umum (fasum), rumah warga, juga menutup sejumlah akses jalan setempat.
Baca juga: Gus Baha : Kiai Sehari Manggung Tiga Kali, Pasti Bicaranya Standar, Itu-Itu Saja
Baca juga: Akhirnya Teddy Nyerah Lawan Rizky & Sule soal Harta Lina? Mediator Kuak Janji Ayah Bintang: Luput
Baca juga: Maskur Hidayat, Ketua PN Bangkalan Penuh Prestasi dan Inovasi Dalam Melayani Warga Bangkalan
"Banyak pohon tumbang, rumah ambruk, dan kendaraan sepeda motor yang hilang terseret arus deras banjir bandang itu. Akibatnya, akses jalan jalandi desa banyak yang tertutup material bangunan dan pohon pohon yang tumbang," kata pemuda gondrong ini kepada TribunJatim.com.
Namun, banjir bandang atau air bah, ini tidak saja membawa material bangunan, fasum dan pohon pohon. Tapi juga uang sebesar Rp 100 juta warga yang disimpan diruang tertentu, yang hanya diketahui pemilik dan keluarganya.
"Informasinya, uang Pak Kadi warga Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo, Magetan, sebesar Rp 100 juta raib, saat banjir bandang menerjang Desa Banjarpanjang, tapi jelas belum tahu. Tapi polisi terlihat olah tempat kejadian perkara (berjaga jaga),"kata Muhammad kepada Surya, Rabu (17/3).
"Kemungkinan, waktu banjir bandang datang, semua sibuk menyelamatkan barang barang, ada orang jahat menyelinap, atau kemungkian uang itu sudah di simpan atau dibawa lupa. Segala kemungkinan bisa saja terjadi," kata Muhammad, sambil menyebutkan, mata pencaharian Kadi, pemilik uang Rp 100 juta yang raib saat hujan deras dan banjir bandang datang itu sebagai pengecer Bahan Bakar Gas (BBG) di wilayah itu.
Rabu (17/3) sore, rumah Kadi pengecer BBG itu terlihat dijaga polisi dan sebagian terlihat berpakaian preman (petugas tertutup. Namun sejauh ini Kadi pemilik uang yang raib belum bisa dihubungi termasuk Kapolsek Ngariboyo, Resor Magetan AKP sini.
Berita tentang Banjir Bandang
Berita tentang Gunung Lawu
Berita tentang Kabupaten Magetan