Breaking News:

KPK Periksa Pengusaha dan Sekda Kota Batu Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah orang terkait kasus dugaan gratifikasi di Pemkot Batu periode 2011-2017

surya/benniindo
Satpol PP berjaga di tangga menuju ruang pemeriksaan KPK terhadap sejumlah pihak untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi periode 2011-2017. Pemeriksaan berlangsung di lantai Balaikota Among Tani. 

Reporter: Benni Indo I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah orang terkait kasus dugaan gratifikasi di Pemkot Batu periode 2011-2017.

Pemeriksaan berlangsung di Balaikota Among Tani, Senin (22/3/2021).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menjelaskan, ada empat orang yang dimintai keterangan. Mereka adalah Sutrisno Abdullah selaku pemegang saham PT Buanakarya Adimandiri. 

Berdasarkan penelusuran di internet, perusahaan tersebut terletak di Kota Malang. PT Buanakarya Adimandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang perumahan atau developer.

Fikri tidak menjelaskan lebih jauh keterlibatan Sutrisno dalam kasus yang tengah di dalami.

"Tim Penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi dalam perkara dugaan TPK penerimaan gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017," ujar Fikri, Senin (22/3/2021).

Orang kedua yang diperiksa adalah Vincentius Luhur Setia Handoyo yang menjabat sebagai Direktur PT Agric Rosan Jaya. Perusahaan ini juga berada di Kota Malang. Tidak banyak informasi tentang latar belakang perusahaan PT Agris Rosan Jaya.

Orang ketiga yang diperiksa adalah Sekda Pemkot Batu, Zadim Efisiensi. Orang nomor 1 di jajaran ASN Kota Batu diperiksa untuk dimintai keterangan bersama Nugroho Widhyanto atau Yeyen.

Yeyen adalah mantan PNS yang sebelumnya telah menjalani masa tahanan akibat kasus Tindak Pidana Korupsi suap sebesar Rp 25 juta.

Dia tertangkap tangan oleh Tim Saber Pungli Kementerian Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan bersama Tim Saber Pungli Polres Batu, pada tanggal 24 Agustus 2017.

"Nugroho Widhyanto adalah dulu sebagai PNS  di Dinas Cipta Karya Pemkot Batu. Ia juga pejabat pembuat komitmen (PPK) pekerjaan Pembangunan pasar Kota Batu tahap 1 dan renovasi rumah dinas wali kota," imbuh Fikri.

Sebelumnya, KPK juga sudah memintai keterangan sejumlah orang. Jika ditotal, ada 20 orang lebih yang dimintai keterangan untuk mengusut kasus. Dari pemeriksaan sebelumnya, KPK telah menyita sejumlah data dokumen terkait.

Penulis: Benni Indo
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved