Gubernur Jatim, Khofifah Minta Bupati dan Walikota Percepat Vaksinasi untuk Imam dan Marbot

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut meninjau langsung proses vaksinasi untuk pengurus masjid di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Selasa (23

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut meninjau langsung proses vaksinasi untuk pengurus masjid di Masjid Nasional Al Akbar, Selasa (23/3/2021) siang. 

Reporter : Fatimatuz zahroh | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut meninjau langsung proses vaksinasi untuk pengurus masjid di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Selasa (23/3/2021) siang.

Khofifah mendorong agar kepala daerah di kabupaten kota di Jatim turut mendorong percepatan vaksinasi pada imam masjid, muadzin dan marbot agar segera tenang sebelum memasuki bulan ramadhan dimana akan intens melayani masyarakat ibadah di musolah dan masjid.

"Di bulan ramadhan aktivitas di ramadhan cukup banyak yang ibadahnya di masjid. Sebelum hari ini, sempat ada vaksinasi 250 orang takmir masjid, kemudian dilanjutkan vaksinasi hari ini 1.000 orang. Oleh sebab itu kita mendorong agar bupati walikota sinergi untuk melakukan hal yang sama," kata Khofifah Indar Parawansa kepada TribunJatim.com.

Vaksinasi di daerah bisa disesuaikan dengan kecukupan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah. Yang diprioritaskan adalah lansia, pedagang pasar tradisional dan juga pengurus masjid.

Sebagaimana diketahui bahwa bulan Ramadhan diperkirakan akan dimulai tanggal 12 April 2021. Oleh sebab itu ia ingin agar meski dalam konfisi pandemi, ada suasana bahagia dan ketenangan yang tetap ada. Dengan vaksinasi sebagai salah satu caranya.

Saat ditanya apakah nanti saat bulan Ramadhan akan diizinkan untuk melakukan salat Tarawih di masjid dan musolah, Gubernur Khofifah menyebutkan bahwa hal itu dibolehkan tapi tetap menggunakan basis zona risiko per RT dalam menentukan kapasitas jamaah.

"Posisinya adalah kita melihat RT di Jatim tidak ada yang oranye. Ini basis terkecil untuk melihat komunitas yang akan ibadah di masjid dan musolah di kampung-kampung. Ini untuk basis menentukan berapa persen masyarakat boleh mengisi masjidnya," tegas Khofifah.

Baca juga: Cuma Gara-gara Korek Api, Pemuda Trenggalek Tega Bacok Kakek hingga Tewas dan Lukai Dua Keluarganya

Baca juga: Hadiri Vaksinasi di Surabaya, Menkes Budi Singgung Soal Vaksin Merah Putih

Baca juga: Suasana Mencekam di Nusakambangan saat Eksekusi Mati, Dokter Hastry: Yang Tak Tampak Ikut Nonton

Ia menyebutkan bahwa di awal PPKM ada 210 RT yang masuk zona merah. Namun sekarang setelah berjalan dua kali PPKM dan masuk keempat tahap PPKM Mikro, di Jatim sudah tidak ada RT yang masuk zona oranye apalagi merah.

"Ini kabar baik yang harus kita jaga bersama. Bahwa 3M tidak boleh dilonggarkan. Ini tetap harus berseiring agar ibadah bisa khyusuk," pungkas Khofifah Indar Parawansa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya jelang bulan Ramadan sebanyak 1000 imam, muadzin dan marbot atau takmir masjid dan musholah Kota Surabaya dan sekitarnya menjalani vaksinasi di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Vaksinasi ini menjadi bagian dari upaya agar para imam dan takmir masjid maupun mushola di Kota Surabaya bisa tenang melayani jamaah untuk menjalani ibadah di bulan Ramadan mendatang.

Untuk sementara ini, vaksinasi yang ditangani Masjid Nasional Al-Akbar adalah para imam, muadzin dan marbot di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Sistem pendataan peserta vaksinasi dilakukan dengan cara kolektif berbasis masjid dan musholah, bukan perorangan pada Masjid Nasional Ak Akbar.

Dengan vaksinasi ini, maka diharapkan saat Ramadan nanti mereka benar-benar nyaman saat melayani jamaah dan bisa lebih all out. Selanjtunya vaksinasi suntikan kedua akan dilakukan dalam 14 hari mendatang.

Berita tentang Vaksin Covid-19

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved