Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Sarang Burung Walet, Harta Karun Tersembunyi Jatim Senilai Triliunan Rupiah

Punya iklim dan kondisi bentuk muka Bumi yang beragam membuat Indonesia sanggup memberikan keragaman Sumber Daya Alam (SDA) bagi masyarakatnya

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
(paling kanan) Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi saat menunjukan produk SBW asal Jatim yang akan siap diekspor. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Punya iklim dan kondisi bentuk muka Bumi yang beragam membuat Indonesia sanggup memberikan keragaman Sumber Daya Alam (SDA) bagi masyarakatnya.

Oleh karenanya pula, memang tak salah jika Negeri tercinta Indonesia jni punya SDA yang sangat berpotensi dalam menghasilkan pundi-pundi uang. 

Satu diantara hasil SDA Indonesia yang kini tengah moncer menghasilkan rupiah adalah Sarang Burung Walet (SBW).

Ya, SBW yang tercipta dari air liur burung walet itu kini berhasil menduduki peringkat pertama pada klasemen 10 besar komoditas ekspor unggulan di Jawa Timur versi Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya atau BBKP Surabaya.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Minimarket Hentikan Jual Kopi atau Izin Dicabut: Menyalahi Perizinan Minimarket

Secara eksklusif kepada TribunJatim.com, Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan, nilai ekspor SBW asal Jatim jika dirata-rata perbulan pada setiap tahunnya selalu meningkat.

"Di tahun 2019, dari total jika dirata-rata perbulannya nilai ekspor SBW mencapai 4,79 Miliar, sedangkan di 2020 sempat turun gegara ada pandemi tapi tidak drastis, yakni senilai 2,97 miliar," ujar Musyffak, Rabu (24/3/21) di Surabaya.

Meski sempat mengalami penurunan di 2020, namun ditahun kedua kehadiran pandemi Covid-19 di Indonesia, kata dia , kinerja ekspor SBW sudah berangsur pulih kembali.

"Pada Januari 2021 nilai ekspor SBW Jatim tercatat mencapai 3,59 miliar," sambungnya.

Ditanyai secara detail perihal total keseluruhan nilai ekspor SBW asal Jatim, Musyaffak mengatakan sebesar 5,75 Triliun pada 2019 dan disepanjang 2020 sebesar 3,56 Triliun.

Sedangkan di awal 2021 berdasarkan data dari Januari hingga sampai 9 Maret 2021 total telah mencapai 6,61 miliar.

Musyaffak menambahkan, dari jumlah total nilai ekspor SBW di 2019 itu sendiri berasal dari volume ekspor sebanyak 320,43 Ton.

Sedangkan disepanjang 2020 sebanyak 245,39 Ton.

Adapun untuk di awal 2021 berdasarkan data dari Januari hingga sampai 9 Maret 2021 sendiri mencapai sebanyak 51,3 Ton.

*SBW Jadi Icon Ekspor Baru di Indonesia*

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengungkapkan tren ekspor komoditas SBW terus menunjukan peningkatannya selama kurun waktu lima tahun terakhir, sehingga menjadikan komoditas asal sub sektor peternakan ini sebagai icon baru ekspor asal pertanian.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dirilis BPS, tercatat ekspor pertanian pada bulan Januari 2021 tumbuh 13,91% (YoY).

"Dari data tumbuhnya ekspor pertanian itu pula didapati bahwa kinerja ekspor komoditas SBW bersama dengan komoditas aromatik, rempah dan hasil dari hutan lah yang menjadi penyumbang terbesarnya," tandas Ali.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved