Breaking News:

Berita Mojokerto

Terkontaminasi Parasit Nematoda, Ratusan Ton Jahe Impor India dan Myanmar Dimusnahkan di Mojokerto

Badan Karantina Pertanian (Barantan) memusnahkan ratusan ton jahe impor asal India dan Myanmar. Dimusnahkan di Kabupaten Mojokerto.

SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Pemusnahan ribuan ton jahe impor asal India dan Myanmar oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan) di PT Hijau Alam Nusantara (HAN), Desa Manduro Mangungajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jumat (26/3/2021) sore. 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) memusnahkan ratusan ton jahe impor asal India dan Myanmar.

Setidaknya, ada 11 kontainer yang berisi 287,7 ton jahe (Zingiber officinale Rosc) dimusnahkan di PT Hijau Alam Nusantara (HAN), Desa Manduro Mangungajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jumat (26/3/2021) sore.

Ratusan ribu jahe impor tersebut merupakan hasil penyitaan dari tiga perusahaan importir oleh Barantan Kementerian Pertanian, lantaran tidak sesuai dengan standar persyaratan karantina pertanian, di Pelabuhan Tanjung Perak, pada Desember 2020. 

Baca juga: Krisdayanti Tolak Permintaan Atta Halilintar Main ke Rumah, 1 Hal Pertimbangan KD, Istri Raul: Nanti

Baca juga: Hidup Anang Penuh Kepalsuan Dibongkar, Beda Perlakuan ke Ashanty di Balik Kamera, Anak KD Setuju

Pemusnahan komoditas pertanian impor itu dilakukan oleh Sekretaris Barantan bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin, pejabat Bea Cukai Tanjung Perak, TNI/POLRI, dan pengusaha pemilik komoditas.

Ribuan karung berisi jahe impor itu diturunkan dari kontainer untuk kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam tungku bersuhu tinggi

Sekretaris Barantan Kementerian Pertanian, Wisnu Haryana mengatakan, jahe impor dari India dan Myanmar ini diperoleh dari tiga perusahaan importir yaitu 9 kontainer PT Indopax Tranding di Jambi dan dua kontainer masing-masing dari PT Putra Jaya abadi asal Palembang dan PT Mahan Indo Global di Surabaya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah memusnahkan sebanyak 108 ton jahe impor dari Vietnam dan Myanmar di Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Pemancing Terseret Arus Sungai Dinoyo Meninggal Dunia, Jasad Langsung Dikenali Keluarga: Masih Utuh

Baca juga: Borneo FC vs Persija Jakarta, Dua Tim Incar Kemenangan Perdana di Piala Menpora 2021

"Tindakan penolakan dilanjutkan pemusnahan tentu sudah melalui kajian dan hasil analisa risiko, ini pilihan terbaik guna menjaga produktivitas dan melindungi kelestarian sumber daya pertanian di tanah air," ungkapnya, Jumat (26/3/2021).

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved