Berita Kesehatan
Anak Hiperaktif ADHD Sering Dicap 'Anak Nakal', Ketahui Penyebab Sebenarnya: Bisa Dikontrol
Mengenal kondisi anak hiperaktif ADHD bareng dr Izzatul Fithriyah, dr. Sp. Kj (K) Psikiater. Kerap dicap nakal, ketahui penyebab sebenarnya.
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Hefty Suud
Reporter: Melia Luthfi Husnika | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kondisi attention deficit hyperactivity disorder atau yang kerap disebut ADHD merupakan gangguan mental yang membuat anak kesulitan untuk fokus pada suatu hal.
Anak dengan gangguan hiperaktif biasanya sulit memusatkan perhatian dan cenderung bersikap impulsif.
Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih, sebab dapat mempengaruhi pencapaian anak, terutama saat sudah memasuki usia sekolah.
Baca juga: Beda Wajah Muzdalifah bareng Amy Qanita & Nagita, Istri Fadel Permak? Publik Curiga Berawal Rafathar
Baca juga: Tata Cara Salat Taubat di Malam Nisfu Syaban 2021, Disertai Doa Memohon Ampun dan Sayyidul Istighfar
dr Izzatul Fithriyah, dr. Sp. Kj (K) Psikiater, mengatakan, anak dengan gangguan hiperaktif yang tidak tertangani dengan tepat akan membuat mereka sulit bergaul.
"Anak hiperaktif ADHD sering dianggap sebagai anak nakal. Padahal sebenarnya tidak. Ia berusaha mengimplementasikan apa yang dirasakan melalui tindakan. Nah tindakan itu kadang cenderung impulsif atau mengganggu orang lain," kata dr Izzatul Fithriyah dalam Kelas Diskusi #Akadmiability yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK bekerja sama dengan Harian Surya dan TribunJatim.com.
Menurutnya, anak hiperaktif ADHD perlu mendapat penanganan psikiater. Supaya dalam proses bertumbuhnya bisa maksimal dan perilaku yang terlalu berlebihan bisa dikontrol.
Baca juga: Cek Fakta dan Hoaks Vaksin Covid-19 Bareng Tim Lifepack, Benarkah Vaksinasi Dapat Mengubah DNA?
Baca juga: Viral Isu Skandal Selingkuh Hotma Sitompul dan Menantu? Mikha Istri Bams Eks Samsons: Keluarga Tahu
dr Izzatul Fithriyah menuturkan, terkait penyebab ADHD atau gangguan pemusatan perhatian ini, disebabkan oleh kelainan yang berada di otak anak.
"Perilaku hiperaktif ini bukan karena kesalahan pola asuh, tapi memang ada kelainan pada sistem otak. Pada banyak kasus, ADHD akan hilang seiring bertambah usia si anak. Tapi, ada beberapa kasus yang memerlukan terapi khusus," jelas dr Izzatul Fithriyah
Menurut penuturan salah satu orang tua yang anaknya didiagnosa mengalami gangguan hiperaktif mengaku bantuan medis dan psikiater sangat membantu.
Anak yang biasanya sulit diam dan memusatkan perhatian pada satu fokus bisa lebih terkontrol.
"Anak saya didiagnosa ADHD dan disleksia. Rajin konsultasi ke psikiater dan diberi obat. Setelah itu jadi bisa lebih tenang," ungkap Ibunda Rafif R.H.P. anak dengan gangguan hiperaktif.
Dalam prosesnya, Rafif disebut kesulitan untuk tenang dan kesulitan untuk mengikuti pelajaran umum.
"Tapi karena Rafif ini sekolahnya di sekolah inklusi jadi masih aman. Saya berharap dengan rajin ke psikiater dan mengikuti anjuran dokter nantinya anak saya bisa mengikuti pelajaran di sekolah umum secara normal," pungkasnya.
Berita tentang anak hiperaktif ADHD
Berita tentang dr Izzatul Fithriyah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-hiperaktif-tribunnews.jpg)