Breaking News:

Awalnya Tanam Bungan Mawar Merah Dicibir, Kini Jadi Panutan Petani Magetan

Santi Rohmati, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebelum menanam bunga mawar dipersawahannya, banyak dicibir

Surya/ Doni Prasetyo
Santi Rohmati, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, petani bunga mawar jenis Rosatana, ini setiap hari bisa panen senilai Rp 2 juta. 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Santi Rohmati, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebelum menanam bunga mawar dipersawahannya, banyak dicibir sesama petani. Namun setelah melihat hasilnya, guru SMAN ini jadi "patron" (panutan) petani di wilàyahnya.

"Saat saya menanam batang batang bunga mawar merah jenis Rosantana ini, petani tetangga banyak yang komentar miring, apa gak sayang tanah sawah seluas itu ditanami bunga," kata Santi Rohmati, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan ini menirukan tetangganya kepada Surya, Minggu (28/3).

Tapi, tambah Santi, guru di salah satu SMA Negeri di Magetan ini, setelah tahu bisa dipanen setiap hari dan hasilnya amat sangat tinggi, mereka banyak yang menanam dibagian sawahnya.

"Kalau saya total, semua luasan tanah persawahan saya, ditanami batang stek bunga mawar, jadi tiap hari bisa panen bunga mawar. Dan untungnya, panenan itu bisa langsung ada yg terima," kata Santi.

Dikatakan Santi, tiap hari bunga mawar siap petik bisa terkumpul sampai 20 bungkus. Untuk satu bungkus dengan berat sekitar 800 gram (8 ons) di hargai Rp 100 ribu.

Baca juga: Jago Medsos, Kelompok Teroris Dalang Bom di Depan Gereja Katedral Makassar

Baca juga: Asal-usul 2 Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar, Aksi Sebelumnya Parah, Ada 4 Lain yang Hendak Beraksi

Baca juga: Tampil Gemilang, Ady Setiawan Dipuji Pelatih Persebaya Aji Santoso

"Kalau sehari bisa terkumpul 20 bungkus, total saya dapat Rp 2 juta. Penghasilan jual bunga itu bersih, karena pedagang bunga tiap hari datang ke sawah, untuk mengambil bunga yang sudah di bungkusi itu," kata Santi.

Setiap hari panen bunga dikerjakan semua keluarganya, dari suami sampai adik adik Santi ikut petik bungan mawar merah itu. Jadi untuk petik 20 bungkus dengan berat kurang dari delapan kilogram itu.

"Masa pendemi ini harga bunga mawar statis, mungkin kita berharap, memasuki puasa, dan Hari Raya, harganya kemungkinan bisa langsung naik antara Rp 150 ribu/bungkus,. Mudah mudah," kata Santi kepada TribunJatim.com.

Menurut Santi, bunga mawar hasil panenan keluarga ini selain didatangi pedagang dari lokal Magetan, juga didatangi pedagang dari Madiun, Cepu, Solo, Bojonegoro dan Bali.

"Paling banyak pedagang bunga yang datang dari Pulau Bali. Karena setiap hari, orang orang bali itu ritual menggunakan bunga mawar, selebihnya untuk hajatan penganti dan sebagai bunga tabur di pemakaman," pungkas Santi kepada TribunJatim.com.

berita tentang Bunga mawar merah

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved