Vaksinasi Berujung Kerumunan, Wabup Sidoarjo Tegur Kepala Puskesmas: Teknisnya Tidak Seperti Ini
Vaksinasi Covid-19 yang digelar di Puskesmas Sidoarjo Kota, Kamis (1/4/2021) menjadi perbincangan banyak warga
Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
Reporter: M Taufik I Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Vaksinasi Covid-19 yang digelar di Puskesmas Sidoarjo Kota, Kamis (1/4/2021) menjadi perbincangan banyak warga. Gara-garanya, teknis pelaksanaannya kurang bagus, sehingga mengakibatkan kerumunan di sana.
Ratusan warga berjubel di Puskesmas yang berada di belakang gedung DPRD Sidoarjo tersebut.
Sejak pagi sekira pukul 07.00 WIB, warga sudah berduyun-duyun datang ke sana. Sehingga terjadi antrean cukup tinggi, dan membludak menjadi kerumunan.
Di puskesmas ini, sejatinya sudah ada pembatasan 300 orang per hari untuk disuntik vaksin Astrazeneca.
Tapi karena pengaturan pendaftaran yang kurang bagus, masyarakat pun datang bersamaan, sehingga terjadi kerumunan.
“Puskesmas buka sekira pukul 07.00 WIB, tapi sebelum itu sudah banyak sekali warga yang datang. Sehingga ketika puskesmas dibuka, langsung terjadi antrean itu,” ujar Ahmad, seorang warga di lokasi.
Gambar orang berjubel di puskesmas itu pun cepat sekali beredar di berbagai media sosial.
Bahkan, sampai ke para pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Dan Wakil Bupati Sidoarjo Subandi yang mendapat laporan terkait peristiwa ini pun langsung turun ke lokasi.
Bersama Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satriawarman, Wabup Subandi langsung meminta warga yang berjubel dan belum mendapat pelayanan vaksinasi untuk kembali pulang ke rumah.
Mereka akan dijadwalkan di hari berikutnya. Sementara warga yang sudah mendaftar dan sudah proses, tetap dilanjutkan vaksinasi.
Subandi juga meminta penjelasan dari Kepala Puskesmas dokter Hinu Tri Sulistijorini Ririn terkait peristiwa ini.
Dan Wabup pun menegur kepala Puskesmas yang dirasa kurang bagus dalam teknis pelaksanaan vaksinasi untuk warga.
Menurut Subandi, yang dilakukan Puskemas ini merupakan kesalahan teknis.
Selain itu, pihak puskesmas juga sebelumnya tidak koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Dan akibat kesalahan teknis itulah terjadi kerumunan.