'Teroris Milenial' Bomber Makassar-Penyerang Mabes Anak Muda, Ali Imron: Butuh 2 Jam Mau Bunuh Diri
Ali Imron menyatakan anak muda paling mudah menjadi teroris. Pelaku bom bunuh diri di Makassar dan penyerang Mabes Polri masih berusia 26 tahun.
Editor: Ficca Ayu Saraswaty
TRIBUNJATIM.COM - Belakangan Indonesia dihadapkan dengan serangan teror pengeboman hingga penembakan.
Satu terjadi di Gereja Katedral Makassar, dan satu lagi di Mabes Polri.
Mirisnya kedua pelaku merupakan anak muda.
Akibat kejadian tersebut, kini muncul istilah Teroris Milenial.
Apa itu Teroris Milenial?
Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Cerita Gadis Telat Haid 7 Bulan - Terduga Teroris Mabes Polri Punya Kartu Perbakin
Ali Imron sendiri pernah mengatakan tentang ini.
Ali Imron, terpidana seumur hidup, kasus Bom Bali mengatakan, hanya butuh waktu 2 jam bagi dirinya untuk membuat seseorang terpapar paham radikalisme dan melakukan aksi bunuh diri.
Bahkan, Ali Imron menyatakan, anak muda paling mudah menjadi teroris.
Saat ini, pelaku bom bunuh diri di Makassar, L dan istrinya YSF adalah berasal dari kalangan anak muda yang menjadi Teroris Milenial.
Baca juga: BEDA Surat Wasiat Penyerang Mabes Polri & Bomber Makassar, Tapi Sama-sama Minta Keluarga Jauhi Riba

Kemudian, aksi teror di Mabes Polri adalah remaja perempuan, ZA.
Ali Imron menyampaikan itu dalam wawancara eksklusif dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosianna Silalahi.
Ali Imron membongkar dasar seseorang menjadi teroris adalah jihad fisabilillah.
“Saya ikut pelatihan militer bertahun-tahun di Afganistan adalah dasar jihad,” ujarnya yang dikutip Tribun Timur ( grup TribunJatim.com ) melalui YouTube Kompas TV dengan judul Hanya Butuh Waktu 2 Jam Untuk Jadi Teroris, Kamis (1/4/2021).
Wawancara Rosianna Silalahi dengan Ali Imron berlangsung 2017 lalu.