Jejak Manis TMMD 110 Bojonegoro, Putus Dua Desa Terisolir hingga Perbaiki Infrastruktur

Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 Kodim 0813 Bojonegoro telah berakhir, Rabu (31/3/2021).

Penulis: Taufiqur Rohman | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/sudarsono
RTLH program TMMD di Desa Jatimulyo dan Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo. 

Reporter: Mochamad Sudarsono I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 Kodim 0813 Bojonegoro telah berakhir, Rabu (31/3/2021).

Berakhirnya bhakti TNI di Desa Ngrancang dan Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo tersebut menorehkan jejak manis.

Dua desa yang aksesnya bak terisolasi karena infrastruktur yang tak bagus, kini saling terhubung dengan desa lain karena jalan sudah teraspal.

Lalu ada juga bangunan gedung sekolah, irigasi atau drainase, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) atau rehab atap lantai dan dinding (Aladin).

Buah peninggalan dari TMMD itupun membuat masyarakat setempat turut ikut merawat dan menjaganya. 

Kepala Desa (Kades) Ngrancang, Sudadi mengatakan, pelaksanaan program terpadu lintas sektoral ini menjadikan sebuah sarana dan langkah agar masyarakat memiliki kepedulian untuk bergotong royong dan menciptakan kebersamaan dalam membangun memajukan desa.

Ia bersyukur karena wilayahnya dipilih menjadi lokasi TMMD oleh Kodim 0813 Bojonegoro, sehingga dalam pelaksanaannya menghasilkan karya yang sangat luar biasa untuk dimanfaatkan masyarakat Desanya.

"Program TMMD sangat membantu dalam memperbaiki sarana fisik dan nonfisik di tengah keterbatasan yang kami hadapi, kami sangat bersyukur," ujar Sudadi, Minggu (4/4/2021).

Sementara itu, Kades Jatimulyo, Koso juga berterima kasih kepada Satgas TMMD yang berjibaku tak kenal lelah melaksanakan sasaran fisik di desanya.

Sehingga beberapa sarana umum di desanya mengalami peningkatan menjadi lebih baik bagi masyarakat.

Seperti jalan yang menghubungkan dua desa yaitu Jatimulyo dan Ngrancang sebelumnya adalah jalan paving dan mengalami kerusakan, kini berubah wujud menjadi jalan aspal yang dapat melancarkan transportasi masyarakat dua desa.

"Kami sangat bersyukur ketika desa kami dipilih menjadi sasaran program TMMD ke 110," terang Koso.

Warga penerima bantuan rehab rumah, Sudariyanto (68), mengaku senang tempat tinggalnya kini lebih bagus dari sebelumnya. 

Semula rumahnya banyak lubang, atap bocor dan beralaskan tanah berdebu. Namun setelah sekitar 30 hari diperbaiki, kini terlihat bagus dan nyaman untuk ditempati. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved