Berita Terkini

Eks Komandan JI Kaget Ilmu Militer yang Diajarkan Malah Buat Ngebom Warga Sipil

Nasir Abas bukan orang baru dalam fenomena gerakan kelompok teror mengatasnamakan agama di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Tangkapan layar, wajah Nasir Abbas, mantan kombatan Jamaah Islamiyah (JI) dalam wawancara ekslusif via Zoom bersama SURYA 

Aksi bom di Bali mereka sebut jihad. Itu kan mengatasnamakan Islam. Padahal secara syariat tidak benar. Aksi-aksi yang lain juga, itu semua tidak benar. Makanya saya meresikokan diri saya yang kemudian menghadapi mereka untuk menghentikan jangan sampai terjadi lagi. Karena apa yang mereka lakukan itu tidak benar.

Bukan berarti kelompok JI yang dulu saya berada itu benar, tidak. Ya saya juga sekarang menyadari dan saya sudah keluar dari kelompok JI dan saya menyampaikan bahwa kelompok JI adalah ancaman negara Indonesia. Itu harus dihentikan. Mereka harus berhenti. Kalau tidak mau ditangkap, berhenti. 
Indonesia adalah negara Darussalam. Indonesia adalah negara aman dan damai. Kita tidak butuh membentuk negara lain selain dari NKRI. 

#Dari mana pendanaan JI untuk kaderisasi dan aksi?

Sebenarnya kelompok JI itu kelompok yang kaya, banyak uangnya. Makanya kelompok ini lintas negara. Bukan di dalam, dalam negeri saja. Yang tadi saya tadi sudah saya sebut wilayah-wilayah Mantiqi ke-I, Mantiqi ke-II, dan Mantiqi ke-III, lintas negara. 

Kalau tidak punya banyak uang enggak mungkinlah menggerakkan anggota JI yang berada di wilayah berbeda lintas negara lagi. Enggak mungkin juga membentuk pelatihan militer di Filipina dan mengirim orang ke Afganistan atau Syria. 

Jadi pada dasarnya JI itu, sumber dananya itu (1) Dari infak anggota. (2) Infaq Sodaqah. (3) Infak acara-acara pengajian. (4) Infak fisabilillah. Ini lain lagi, jadi kalau kita meminta sumbangan untuk membantu mujahidin yang ada di tempat konflik, itu namanya infaq fisabilillah. Apakah itu untuk membeli senjata, memberi perlengkapan perang, untuk bantuan pangan, pakan, pakaian. Itu semua namanya untuk eh panen ya, sandang, papan, ya gitu, itu di tempat dia dapat ukuran, itu namanya di hati eh infak fi sabilillah. 

(5) Hasil usaha. Jadi JI, tidak hanya mengandalkan sumbangan-sumbang dari anggota ataupun sumbangan-sumbangan, infak, sedekah dan lain-lain. Namun JI yang ketika waktu di Malaysia sejak dari tahun 1993 itu sudah punya usaha yang dibangun, atau bisnis yang dibangun di Malaysia. Sehingga mereka juga punya penghasilan dari bisnis. 

Jadi penghasilan itu masuk, banyak, jumlahnya besar, karena dari hasil usaha. Apalagi anggota JI yang ada di Malaysia dan pada saat itu, itu dari kalangan profesional, dari kalangan pengusaha, sehingga mereka yang melihat peluang-peluang usaha yang menguntungkan itu diberikan kepada JI, sehingga kemudian cepat mendapatkan untungnya. 

(6) Bantuan dana dari Osama bin Ladin. JI pernah juga mendapatkan bantuan dari Osama bin Ladin lewat Hambali. Sebenarnya tanpa bantuan dia, JI sudah cukup kaya, sudah cukup banyak uang. Tetapi Habali menerima juga. Nah, itu dipakai untuk melakukan aksi-aksi bom di Indonesia. 

(7) Merampok atas nama Islam (Fai). Selain itu, ada diantara anggota JI ini masih punya paham seperti NII, yaitu punya keyakinan, boleh merampok atas nama Islam, atas nama agama. Yang mereka sebut sebagai Fai yakni harta rampasan perang. Karena mereka berkeyakinan bahwa Pemerintah Indonesia ini adalah kafir, mereka sedang berperang dengan Pemerintah Indonesia, jadi halal untuk mengambil harta bendanya di Indonesia. 
Oleh karena itu ada di antara mereka yang kemudian melakukan perampokan-perampokan. Seperti kita tahu Imam Samudra pernah lakukan perampokan, Nasarudin pernah melakukan perampokan, JI di Malaysia pernah lakukan perampokan dibawah Hambali.

Di masa muda pernah melakukan perampokan juga pernah melakukan, JI di Malaysia juga pernah melakukan perampokan, yaitu dibawa ke Bali, begitulah. Jadi, eh di antara mereka yang punya, walaupun sebagian yang tidak, yang mengatakan itu tidak benar, kan itu adalah, tetap merampas hukumnya haram. Tetapi ada anggota JI yang lain yang masih punya keyakinan seperti ini ya. Sehingga mereka menganggap bahwa sah untuk kita melakukan aksi perampokan. 

(8) Sumbangan dari penyebaran kotak amal. Belakangan kita tahu juga ada kotak-kotak amal. Yang mereka sebarkan di restoran, di tempat-tempat umum. Saya tidak tahu dan apa yang mereka pakai sehingga kemudian mereka melegalkan atau menghalalkan uang sumbangan-sumbangan itu untuk kegiatan mereka. Itu membuat gerakan mereka terus berlanjut dan berterus berkesinambungan.

(9) Dana dari layanan publik. Apalagi mereka punya sekolah, sekolah berbayar, punya sasana olahraga, sana tempat bela diri, juga berbayar. Masyarakat umum yang kemudian masuk ke sekolah itu, ataupun masuk ke tempat sasana olahraga tersebut tanpa disadari sebagai dana sudah digunakan sebagai penyandang dana kegiatan gerakan mereka.

(10) Penggalangan berkedok sumbangan ke negara konflik. Juga maaf ini. Juga masyarakat harus hati-hati dengan seruan-seruan ataupun ajakan untuk menyumbang ke tempat-tempat konflik. Contoh ada spanduk-spanduk; kita membantu umat Islam yang ada di Syria, membantu umat Islam menjadi Rohingya.

Tolong usut dulu latar belakang lembaga yang mengumpulkan dana masyarakat untuk diberikan ke tempat konflik. Pertanyaannya. Legal enggak itu lembaga tersebut? Benar apa tidak itu sumbangan kita diarahkan diberikan ke sana. Yang ketiga, diberikan sumbang itu kepada yang pro pemerintah atau kepada pro pemberontak. Ya jangan-jangan uang yang kita berikan untuk pro pemberontak.

Populasi kita masyarakat Indonesia ini hampir 270 juta orang. 1 orang kasih seribu rupiah saja. Jangan kan seribu, gopek saja; Rp500. Berapa yang dikumpulkan. Berarti segala cara, segala aspek mereka gunakan. Tolong diusut, tolong diperiksa. Latar belakang dari semua. Bukan kita curiga. Tapi wajar dong diusut. Dan sebaiknya diaudit.

Kumpulan berita terkini

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved