Breaking News:

Berita Pasuruan

Rapat Koordinasi Ramadan 2021 di Pasuruan, Wali Kota Gus Ipul: Ibadah Jalan, Covid-19 Tidak Menyebar

Wali Kota Pasuruan Gus Ipul gelar rapat ibadah Ramadan 2021. Bahas aturan-aturan agar ibadah jalan, Covid-19 tidak menyebar.

TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA 
Wali Kota Pasuruan Gus Ipul - Wawali Mas Adi saat memimpin rapat koordinasi, 

Reporter: Galih Lintartika | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf ( Gus Ipul ) menggelar rapat koordinasi, menindaklanjuti arahan menteri yang memperbolehkan salat tarawih berjamaah saat Ramadan 2021.

Sejumlah jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan perwakilan tokoh agama dikumpulkan untuk merumuskan aturan menindaklanjuti arahan menteri.

Gus Ipul menyampaikan, hasil rapat ini nantinya akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) bersama antara Wali Kota dan MUI, terkait aturan-aturan selama pelaksanaan ibadah bulan Ramadan di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Baca juga: Bukti Foto Desiree Tarigan Benar Selingkuh, Berulang Kali Bergaul, Hotma Tegas: Faktanya Orang itu

Baca juga: Bangun dari Pingsan, Suami Histeris Lihat Istri Dikafani, Meninggal saat Akad Nikah, Tak Ada Tanda

"Yang jelas dalam SE ini harus sinkron dengan Pemerintah Pusat, Gubernur dan tentunya ada aturan - aturan yang khas untuk Kota Pasuruan. Ini sedang kami rumuskan," kata Gus Ipul

Dia menjelaskan, ada wacana - wacana untuk membuat skema agar masyarakat bisa tarawih berjamaah, tadarus dan menggelar kegiatan - kegiatan lainnya yang biasa dilalukan selama bulan Ramadan 2021.

"Tapi perlu adanya aturan dan panduan agar tidak melanggar dan tetap bisa menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya, agar ibadah tetap jalan, tapi antisipasi agar Covid-19 tidak menyebar harus dilakukan," sambung dia.

Baca juga: Pipa PDAM Kabupaten Madiun Terseret Banjir Bandang, Sumur Bor Batok Diaktifkan Guna Pasok Air Bersih

Baca juga: Eri Cahyadi Naikkan Honor RT, RW, dan LPMK Surabaya hingga 100 Persen: Jika Bagus, Tahun Depan Naik

Diantaranya, kata Gus Ipul, wacana membuat aturan pembatasan jamaah salat tarawih.

Misalnya, 50 persen dari total kapasitas masjid atau musala. Jadi, semisal kapasitas 100 orang, maksimal yang bisa salat tarawih berjamaah hanya separuhnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved