Breaking News:

Berita Kota Malang

Malang Batik Festival 2021, Harapan Buyer Datang dan Pilih-Pilih Batik

Pelestarian dan pengembangan batik saat ini dilakukan Pemerintah Kota Malang dengan menggelar Malang Batik Festival 2021 di Gedung Kartini Kota Malang

SURYA/RIFKI EDGAR
Suasana 'Seminar Menggali dan Menemukan Motif Batik Malangan Antara Heritage dan Trend Fashion' yang digelar oleh Dinas Perindustrian Kota Malang di Hotel Pelangi, Malang, Rabu (13/3/2019). 

Reporter : Rifki Edgar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelestarian dan pengembangan batik saat ini dilakukan Pemerintah Kota Malang dengan menggelar Malang Batik Festival 2021 di Gedung Kartini Kota Malang, Rabu (7/4).

Kegiatan yang berlangsung selama 7-8 April 2021 tersebut digelar dengan tujuan memberikan ruang kreativitas bagi masyarakat kota Malang khususnya di bidang fashion, aksesoris dan kerajinan tangan.

Malang Batik Festival 2021 kini merupakan event untuk menumbuhkan kembali gairah ekonomi di sektor kerajinan, asesoris dan fashion.

Malang Batik Festival 2021 yang digelar Pemerintah Kota Malang bersama Dewan Kesenian Daerah (Dekranasda) Kota Malang mengajak para desainer di Kota Malang untuk unjuk gigi melalui ajang fashion show, Rabu (7/4).

Kegiatan di Gedung Kartini Kota Malang itu diikuti para desainer dan perajin batik di Kota Malang. Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji mengatakan, Kota Malang memiliki banyak desainer muda dengan kemampuan yang luar biasa.

"Hari ini sudah mulai banyak desainer-desainer yang mulai bermunculan. Tetapi hari ini saya akan terus menggali potensi-potensi mulai dari dasar. Alhamdulilah karyanya juga bagus-bagus," ucapnya.

Baca juga: Malang Batik Festival 2021 Perkuat Kolaborasi Desainer dan Perajin Batik

Baca juga: 6 Zodiak Mujur Hari Ini 8 April 2021: Karier Scorpio Berkembang, Libra Jalin Koneksi Wujudkan Mimpi

Malang Batik Festival 2021 diharapkan menjadi ajang kolaborasi antara desainer dan perajin batik. Ia mengatakan, batik bisa memiliki harga fantastis apabila didesain dengan baik oleh para desainer dan perajin batik. Karenanya, dalam Malang Festival Batik tersebut diadakan perlombaan antara desainer dan perajin batik.

"Yang diperlombakan kolaborasi batik dan desainer. Dan barang baku itu harus menonjolkan ciri khas Malangan. Jadi bahan bakunya harus diolah menjadi harga jual yang tinggi. Tentunya harus ada kolaborasi bersama yang harus diselaraskan," ucapnya.

Widayati mengatakan, kolaborasi bisa dilakukan dengan cara memilih bahan baku yang tepat dengan tambahan unsur Batik Malangan. Setelah, itu baru didesain, agar nantinya dapat memunculkan sebuah karya yang dapat menghasilkan keuntungan bagi para desainer dan perajin batik.

"Tentu saja kita harus jeli dalam memilih bahan baku ya. Ketika batik itu sudah diciptakan dan didesain dengan baik harganya bisa jadi jutaan.

Ia berharap, Malang Batik Festival digelar setiap tahun, dapat mendongkrak dan lebih memperkenalkan Batik Malangan. Dengan begitu, otomatis banyak para pembeli berdatangan ke Kota Malang untuk melihat Batik Malangan yang saat ini lebih banyak dikenal melalui gambar topeng Malangan maupun bunga teratai.

"Agendanya jelas buyer itu tidak perlu kita cari mereka akan datang sendiri. Harapan kami, teman-teman kalau sudah digali kita publish mereka bakal bisa berjualan dengan jangkauan yang lebih luas karena online. Karena goalnya di sini," tandasnya.

Berita tentang pameran batik

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved