Breaking News:

Berita Gresik

Puluhan Tahun Mencari Pengelola Perumahan, Warga Perumahan ABR Gresik Sekarang Lega

Ratusan warga Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mendapat gambaran jelas kepemilikan tana

sugiyono/surya
MEDIASI - Peserta mediasi di Kantor Balai Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, terkait status pengelolaan Perumahan ABR, Rabu (7/4/2021). 

Reporter : Sugiyono | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ratusan warga Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mendapat gambaran jelas tentang kepemilikan pengembang perumahan, Rabu (7/4/2021).

Sebab selama puluhan tahun status tanah saling rebutan dengan internal pengembang dan pemilik dokumen eigendom.

Mediasi di Balai Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, diinisiatif oleh Kapolsek Kebomas Kompol Yulianto dengan melibatkan pihak Muspika Kebomas, Desa, Ketua RW IX dan owner sekaligus pemegang saham PT Trisula Bangun Persada (TBP) Perumahan ABR, KH. Ahmad Fathoni.

Selain itu, ada juga perwakilan Dirut PT TBP Surabaya dan Ketua RW III, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, PT Khohir Mustika Berkah (KMB), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Gresik.

Ada juga yang hadir rapat tersebut yaitu Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Gresik serta Dinas Satpol PP Kabupaten Gresik.

Baca juga: AA LaNyalla, Ketua DPD RI Apresiasi Inovasi Program One Pesantren One Product di Jatim

Baca juga: Gus Baha: Tidak Benar, Ada Orang Sedikit-Sedikit Meniru Rasulullah

Baca juga: Empat Petugas KPK Bawa Sejumlah Barang Keluar dari Kantor PDAM Giri Tirta Gresik

Dalam rapat tersebut menghasilkan kesepakatan yaitu PT KMB terbukti tidak memiliki izin pengembangan dan pembanguan di Perumahan ABR. Selain itu, PT KMB dilarang melakukan kegiatan pembangunan sebelum bisa menunjukan IMB.

"Tanah di Perumahan ABR, itu sudah bersertifikat. Dan jika PT KMB merasa memiliki dokumen untuk mengajukan gugatan di Pengadilan untuk menggagalkan sertifikat," kata Ketua RW IX Rudi Winarto.

Lebih lanjut Rudi, mengatakan, jika PT KMB tidak memiliki IMB dalam membangun di Perumahan ABR, maka Dinas Satpol PP harus menertibkan.

"Dan PT Trisula Bangun Persada, bersedia memelihara fasilitas umum dan fasilitas sosial untuk diserahkan di Pemkab Gresik dalam kondisi baik," imbuhnya.

Atas kejelasan pengelola Perumahan ABR, warga berharap untuk status perumahan segera tuntas, sebab selama puluhan tahun tidak ada kepastian siapa yang akan mengelola perumahan.

"Sekarang status dan pengelola Perumahan ABR sudah jelas. Warga bisa menyampaikan aspirasi terkait fasum, fasos dan sertifikat tanah ke PT Trisula Bangun Persada," katanya kepada TribunJatim.com.

Sementara, owner PT TBP, KH Fathoni, mengatakan, status kepemilikan lahan sudah jelas dari hasil jual beli dari petani.

"Hasil jual beli lahan dan saham mayoritas telah dipaparkan dengan legalitas yang legal. Hasil jual beli tanah telah dibuktikan dengan 100 bidang SHM dari masing -masing petani. Dan telah disampaikan Pak Kepala Desa Kembangan Ngadimin kemarin," kata Fathoni.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved